Wali Kota Minta Data Rupabumi Diupdate 

KANIGARAN– Kamis (7/6) Pemerintah Kota Probolinggo menggelar sosialisasi Peraturan Wali Kota Probolinggo Nomor 59 Tahun 2018 tentang Penamaan Rupabumi. Acara yang berlangsung di Sabha Bina Praja, Kantor Wali Kota Probolinggo dihadiri oleh Wali Kota Probolinggo, Rukmini. sosialisasi ini diikuti Camat, Lurah dan pengembang perumahan se Kota Probolinggo.

Kepala Bagian Pemerintahan, Ina Lusilinawati menjelaskan maksud dari sosialisasi Perwali tersebut adalah sebagai upaya memberikan pemahaman tentang pembakuan rupabumi. “Selain itu sosialisasi ini ditujukan sebagai upaya tertib administrasi penamaan rupabumi,” ungkap Ina. Penamaan rupabumi sendiri dimaksudkan untuk melestarikan tata nilai budaya Probolinggo. Selain itu juga guna mewujudkan data dan informasi akurat mengenai nama rupabumi di Kota Probolinggo.

Wali Kota Rukmini, menjelaskan beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pelaksanaan penamaan rupabumi. “Perlu penguatan kelembagaan sebagai motor penggerak kegiatan. Pembakuan nama rupabumi sebagai bagian dari pengungkapan identitas sejarah, sekaligus potensi wisata. Penerapan konsep pengetahuan agar data dan informasi rupabumi dapat terdokumentasi dengan baik,” ujar Rukmini.

Wali Kota juga menyayangkan adanya ruas jalan di google map yang tidak update. “Nama jalan Hamka itu di mana-mana. Tidak jelas. Padahal jalan Hamka itu kan hanya lurus saja. Belok ke selatan pasar Kareng itu masih jalan Hamka. Ini bukti kalau Pemerintah Kota ini tidak mengupdate data. Kalau ada orang luar kota, buka google map itu biar gak bingung,” harap Rukmini.

Terkait dengan pembakuan rupabumi, Rukmini meminta tidak ada nama yang menggunakan istilah asing secara berlebihan. “Nama-nama komplek perumahan banyak sekali menggunakan kata regency, residence. Itu tolong diperhatian. Kalau ada istilah dalam bahasa Indonesia pakai saja. Lurah tolong evaluasi daerahnya. Baik perumahan maupun nama-nama jalan,” tegas Wali Kota. (abdurhamzah/humas)