Wali Kota Hadiri Halal Bihalal DPRD 

image_pdfimage_print

MAYANGAN- Senin (25/6) Wali Kota Rukmini menghadiri undangan halal bihalal dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Probolinggo. Rukmini hadir bersama Sekretaris Daerah Kota Probolinggo, Staf Ahli, Asisten, Kepala Organisasi Pemerintah Daerah (OPD), Camat serta Lurah se-Kota Probolinggo. Dalam kesempatan itu, Wali Kota tidak memberikan sambutan, karena kapasitasnya sebagai undangan. 

Ketua DPRD, Agus Rudiyanto Ghaffur dalam kesempatan itu mengungkapkan acara tersebut untuk menjalin kembali tali silaturahim antara DPRD Kota Probolinggo dengan Pemerintah Kota Probolinggo. “Halal bihalal adalah tradisi yang terus kita lestarikan. Ini menjadi wahana kita bersama untuk saling bermaafan. Momentum ini harus kita syukuri, karena kita telah berpuasa selama sebulan penuh,” ujar Agus.

Agus juga berharap ibadah puasa yang sudah dilalui dijadikan momentum untuk meningkatkan kinerja. “ Saya berharap, momentum Ramadan yang sudah kita lalui akan meningkatkan semangat kita meningkatkan pembangunan, meningkatkan pelayanan bagi masyarakat Kota Probolinggo” harapnya.

Dalam kesempatan itu, undang mendapat tausiah dari Ust. Syafrudin Sarif. Ia menjelaskan tentang sejarah halal bihalal yang digagas KH. Wahab Chasbullah. “Setelah agresi militer ke dua, tokoh-tokoh nasional Indonesia saling menancapkan pengaruhnya. Baik tokoh Islam, komunis, dan nasionalis saling berdebat. Menyikapi itu, Soekarno meminta saran kepada KH. Wahab Chasbullah untuk menggagas sebuah acara guna menyatukan mereka. Kemudian diciptakanlah sebuah kegiatan Halal Bihalal, yang intinya duduk bersama saling memaafkan, dan saling mengerti. Alhamdulillah sampai saat ini, kegiatan tersebut jadi budaya kita,” terang Syafrudin. 

Syafrudin juga menyinggung soal anggota DPRD yang sering tidak ikut agenda DPRD. Jika selama ini ada sidah dewan tidak pernah muncul, mulai saat ini harus muncul. Bapak-ibu sudah dibayar, kalau tidak mau ikut pleno, itu sama saja dengan makan gaji buta. Jika selama ini ada saling berargumen antara legislatif dan eksekutif, inilah momentum yang tepat untuk saling memaafkan. Karena tujuan kita semua sama, yaitu menciptakan Kota Probolinggo yang maju dan sejahtera,” pungkas Syafrudin. (abdurhamzah/humas) 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.