Belum Diklat Pim, Wali Kota Larang Pejabat Dipromosikan

image_pdfimage_print

KANIGARAN- Senin (9/7) Wali Kota Rukmini menutup pelaksanaan pendidikan dan pelatihan kepemimpinan (Diklat Pim) IV angkatan 183. Berlangsung di Sabha Bina Praja, penutupan tersebut dihadiri 30 orang peserta Diklat Pim IV angkatan 183 serta mentor mereka yang juga kepala Organisasi Pemerintah Daerah (OPD). Badan Diklat Provindi Jawa Timur diwakili oleh Kepala Bidang Diklat Kompetensi Managerial, Muchamad Suluh. 

Kepala Badan Kepegawaian dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Probolinggo, Rachma Deta Antariksa menjelaskan lama waktu pelaksanaan diklat Pim IV itu. “Diklat ini dimulai dari 9 Maret 2018 sampai 6 Juli 2018. Diikuti oleh eselon IV dengan golongan III-b sebanyak 13 orang, dan IIIc sebanyak 17 orang. Selama mengikuti diklat, peserta melakukan visitasi ke Museum Dirgantara Albertus Sulaksono, dan Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Malang. Selain itu mereka juga melakukan benchmarking ke Pemerintah Kota Yogyakarta,” ujar pria yang akrab disapa Deta itu.

Wali Kota Rukmini, mengapresiasi nilai yang didapat para peserta diklat. Dari 30 peserta, 11 orang mendapat nilai sangat memuaskan, sisanya 19 orang mendapat nilai memuaskan. “Jika ada kesempatan naik eselon, yang dapat nilai terbaik itu tolong diprioritaskan,” ujar Rukmini. 

Rukmini juga menyinggung pejabat Eselon IV yang menunda mengikuti diklat Pim. “Diusulkan ikut diklat Pim banyak yang menolak. Ada yang alasan anaknya masih kecil, tugasnya banyak. Padahal ini kesempatan yang baik. Saya minta, jika ada promosi jabatan, dan yang bersangkutan belum ikut diklat Pim IV, jangan dipromosikan,” tegas Wali Kota. 

Wali Kota juga mengingatkan bagi peserta diklat untuk konsisten mengimplementasikan hasil diklatnya. “Yang terpenting pasca diklat. Peserta harus melanjutkan proyek perubahan. Kepala OPD juga harus memonitor kinerja stafnya yang telah mengikuti diklat,” pungkas Wali Kota.

Pada angkatan 183 ini, ada 5 peserta yang mendapat nilai terbaik. Peringkat pertama, Nanang Hartono Dwi Saputra, Kasubbag Otonomi Daerah, Bagian Pemerintahan Setda. Peringkat kedua, Herdianto, Kasubbid Verifikasi dan Evaluasi Anggaran, BPPKAD. Peringkat ketiga, Ema Rani Hapsari, Kasubbid Ekonomi Bappeda dan Litbang. Peringkat keempat, Rani Yusticia, Kepala Seksi Pemerintahan Kelurahan Tisnonegaran, dan peringkat kelima Ari Candra Nurkholisari, Kepala UPT. Laboratorium Lingkungan pada DLH. (abdurhamzah/humas) 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.