Pakai Kapal Cepat, Pamekasan-Probolinggo Cukup 1,5 Jam

image_pdfimage_print

 

MAYANGAN – Kamis (12/7) pagi, Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Timur melaunching pengoperasian trayek lintas pelayaran Pamekasan-Probolinggo di Pelabuhan Tanjung Tembaga. Melalui trayek ini diharapkan bisa mengakomodir masyarakat untuk menggunakan jasa transportasi kapal cepat dari dan menuju Pamekasan dengan jarak tempuh yang lebih cepat dari pada jalur darat. 

Kapal cepat yang digandeng oleh Dishub Provinsi Jawa Timur adalah Srikandi Marina. Dengan jarak tempuh sekitar 33 mil, perjalanan bisa ditempuh dalam waktu 1 sampai 1,5 jam. Rencananya, pengoperasian kapal ini dimulai 16 Juli mendatang dengan tarif Rp 125 ribu per orang. Kapal cepat Srikandi Marina 1 punya kapasitas penumpang 70 orang. 

Wali Kota Probolinggo Rukmini yang diwakili Kepala Dishub Kota Probolinggo Sumadi menyatakan kapal cepat seperti ini sudah kedua kalinya di Probolinggo. Sebelumnya pada tahun 2008 kapal cepat pernah digagas di era Wali Kota HM Buchori namun sayangnya tidak berjalan lancar. 

“Mudah-mudahan trayek lintas pelayaran Pamekasan-Probolinggo bisa berjalan lancar. Alhamdulillah ini sebagai sejarah baru yang diulangi karena 2008 sudah pernah digagas masa Bapak Buchori kemudian gagal. Mudah-mudahan kegagalan itu tidak terulang dengan evaluasi yang sekarang,” katanya. 

Sumadi berharap, adanya trayek ini bisa lebih memfasilitasi masyarakat dan mendukung pariwisata yang ada di Probolinggo serta berdampak pada kesejahteraan masyarakat. Ia yakin sebelum trayek ini di-launching pihak Srikandi Marina sudah melakukan kajian dan survey yang jelas, berkoordinasi baik dengan masyarakat agar tidak terjadi ketersinggungan. 

“Kami berharap, kami berdoa bisa berjalan dengan baik. Kegagalan yang dulu tidak terjadi lagi. Insyaallah ke depan ini lebih baik, bermanfaat bagi masyarakat Pamekasan-Probolinggo, silaturahmi semakin erat , perekonomian dan pariwisata dapat berkembang lagi,” tutur Sumadi. 

Mantan Camat Mayangan ini mengacungi jempol semangat Dishub Provinsi Jawa Timur dan owner Srikandi Marina dalam mengembangkan potensi trayek yang ada. Meski tidak punya kewenangan, Dishub Kota Probolinggo akan melakukan pembinaan, siap mendukung operasional dengan menyebarluaskan informasi keberadaan trayek kapal cepat ini. 

Sementara itu, Kabid Perhubungan Laut dan LLASDP Dishub Provinsi Jawa Timur, Nyono, menegaskan bahwa pengoperasian trayek lintas pelayaran Pamekasan-Probolinggo merupakan program inovasi di bidangnya. Dishub Provinsi Jatim menyediakan pelayaran kapal cepat dengan harapan muncul pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat karena mobilitas masyarakat tidak terhambat. 

Nyono menceritakan, dengan trayek ini ia ingin memberikan transportasi yang mudah bagi warga Pamekasan yang punya anak sedang mondok di daerah Probolinggo, Pasuruan, Situbondo atau daerah sekitarnya. “Kami mencoba pangsa pasar itu. Karena dari pada harus memutar ke Surabaya masih butuh waktu beberapa jam. Kalau kapal cepat hanya 1,5 jam saja ke Probolinggo,” terangnya. 

Sedangkan warga di Probolinggo dapat memanfaatkan kapal cepat untuk berkunjung ke Madura. “Kami sudah berupaya sekian lama untuk berusaha menghubungkan Madura dan Probolinggo. Kami membangun dermaga di Gili Mandangin, Gili Ketapang dan Probolinggo. Sudah lama menjadi cita-cita kami menghubungkan potensi wisata yang dimiliki dua daerah ini. Kedua potensi kami hubungkan, saya yakin impact¬-nya luar biasa di dua wilayah,” tegas Nyono optimis. 

Operasional kapal cepat dilakukan setiap hari dan akan dievaluasi selama 1-2 bulan. Saat ditanya strategi terkait meminimalisir kegagalan operasional kapal cepat, Nyono menuturkan pihaknya sudah menyiapkan strategi. Yaitu, membantu promosi Srikandi Marina dalam pelayanan reguler. 

“Ada skema pariwisata. Potensi pariwisata bisa membantu subsidi silang antara pelayanan reguler dan pariwisata. Mungkin ada yang menyewa kapal untuk pariwisata dapat menggunakan Srikandi Marina,” ungkap Nyono. 

“Harapannya semua ini bisa berlanjut. Apapun kondisinya kita harus yakin trayek ini bisa berlanjut terus. Sustainable. Apapun kondisinya trayek ini harus kita hubungkan dengan skema mengajukan ke kementerian sebagai trayek perintis, lalu diberi subsidi oleh kementerian,” imbuhnya saat ditemui usai seremonial. 

Sebelum launching hari ini, kemarin (11/7), Dishub Provinsi Jawa Timur melaksanakan sosialisasi terkait launching trayek lintas pelayaran Pamekasan-Probolinggo di Bromo Park Hotel. (famydecta/humas)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.