Sekda Sampaikan Jawaban Eksekutif Pertanggungjawaban APBD 2017

image_pdfimage_print

MAYANGAN- Kamis (19/7), Sekretaris Daerah Kota Probolinggo, Bambang Agus Suwignyo menyampaikan jawaban eksekutif atas pemandangan umum fraksi DPRD Kota Probolinggo. Sekda membacakan 70 halaman jawaban eksekutif terkait pertanggungjawaban pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Kota Probolinggo tahun 2017. Sidang dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD, Roy Amran.

Beberapa pertanyaan fraksi yang dijawab Sekda, di antaranya terkait progress penyelesaian Probolinggo Plaza. “Pemkot sudah melakukan langkah-langkah litigasi maupun non litigasi. Termasuk telah berkirim surat ke Biro Hukum Provinsi Jawa Timur, serta melakukan gugatan perdata ke Pengadilan Negeri, namun belum membuahkan hasil. Pemerintah Kota akan melakukan upaya non litigasi kembali, yaitu dengan mengajak musyawarah untuk melakukan perjanjian pembaharuan dengan PT. Avila Prima. Apabila upaya tersebut tidak berhasil, Pemkot akan melakukan gugatan pembatalan perjanjian ke Pengadilan Negeri”, ujar Sekda. 

Sekda juga menjawab pemandangan umum dari Fraksi GeDe (Gerindra Demokrat) terkait realisasi anggaran 2017 yang hanya mencapai 82,08 persen. Fraksi tersebut juga menanyakan anggaran tahun 2018. “Realisasi belanja pada tahun anggaran 2017 tidak mencapai 100 persen disebabkan terdapat pengerjaan fisik yang bersumber dari dana-dana khusus yang belum dapat dilaksanakan karena terbatasnya waktu pelaksanaan setelah perubahan APBD tahun 2017. Adapaun terkait dengan kenaikan belanja pada tahun 2018, dikarenakan adanya perubahan tambahan perbaikan penghasilan menjadi tunjangan kinerja”, tambah Sekda. 

Sekretaris daerah juga menanggapi pertanyaan dari Fraksi PDI Perjuangan terkait realisasi pajak daerah yang melebihi 100 persen. “Komponen pendapatan yang yang melebihi target sangat fantastis adalah pendapatan dari pajak daerah. Dari target awal sebesar 28 milyar 372 juta 900 ribu rupiah, terealisasi sebesar 38 milyar 751 juta 38 ribu 6 sen Rupiah. Ini berarti tercapai 131,93 persen. Kondisi ini dicapai karena Pemerintah Kota Probolinggo sudah melakukan upaya pengoptimalisasian potensi pajak daerah serta terdapat potensi pajak baru”, info Sekda. 

Rincian realisasi pajak di antaranya, pajak hotel, mencapai target 147,38 persen. Pajak restoran mencapai 130,04 persen. Pajak hiburan mencapai 130,07 persen. Pajak reklame mencapai 124,54 persen. Pajak penerangan jalan mencapai 129,25 persen. Pajak parkir mencapai 147,08 persen. Pajak air tanah mencapai 135,18 persen. PBB-P2 terealisasi sebesar 97,62 persen, serta BPHTB realisasinya mencapai 180,33 persen. (abdurhamzah/humas) 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.