Canangkan GU4SAK, Upaya Kurangi Sampah Kantong Plastik

image_pdfimage_print

MAYANGAN – Bukan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Probolinggo namanya jika tidak punya inovasi. Ada saja yang dilakukan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) ini untuk menjalankan kegiatannya. Seperti yang digalakkan tahun ini, DLH akan melaksanakan Gerakan Kumpul 4 Ton Sampah Kantong Kresek (GU4SAK) sebagai upaya mengurangi sampah kantong plastik kresek di Kota Probolinggo.

Sesuai tema Hari Lingkungan Hidup, “Kendalikan Sampah Plastik”, untuk mendukung program GU4SAK, masyarakat Kota Probolinggo dikumpulkan hari ini (23/7) di Taman Wisata Lingkungan Hidup (TWSL) dengan membawa sampah kantong plastik kresek. “Dan, untuk 1 kilogramnya (kresek) dapat ditukar dengan 1 bungkus pupuk kompos atau bibit tanaman,” ujar Sekda Kota Probolinggo, dr Bambang Agus Suwignyo, saat menyampaikan sambutan pembukaan Festival Lingkungan Hidup, pagi tadi. 

Dijelaskan sekda, DLH bekerjasama dengan Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang telah memberikan hibah mensin pencacah sampah kantong plastik kresek. Mesin ini akan mengolah sampah kantong plastik kresek menjadi bahan baku pembuatan jalan Laweyan. 

Untuk mendukung aksi perlindungan dan pengelolaan lingkungan secara konkrit di lapangan, DLH menggelar festival lingkungan ini. Sejumlah kegiatan pun digelar, seperti lomba mewarnai tingkat TK, lomba motivator lingkungan, lomba patrol daur ulang, lomba mural 3D, fashion show daur ulang, serta pameran produk unggulan ramah lingkungan yang diikuti kelurahan-kelurahan di Kota Probolinggo. Di lokasi yang sama Palang Merah Indonesia (PMI) juga membuka stand donor darah.

“Setelah kegiatan ini selesai, diharapkan ada peningkatan pemahaman dan kesadaran yang diikuti perubahan perilaku masyarakat yang bermanfaat bagi lingkungan. Terus tingkatkan jumlah reduksi sampah di masyarakat. Mari kita bersatu dan bertekad kendalikan sampah plastik bersama-sama,” ajak sekda yang mewakili wali kota. 

Kepala DLH Budi Krisyanto menegaskan, festival ini diadakan sebagai media komunikasi, edukasi, kampanye/sosialisasi dan transformasi pengetahuan dalam pengelolaan lingkungan. Selain itu juga sebagai wahana untuk menyosialisasikan tema peringatan Hari Lingkungan Hidup pada seluruh elemen masyarakat, meningkatkan peran aktif masyarakat dalam pengelolaan dan perlindungan lingkungan hidup, mendorong masyarakat memaksimalkan sampah melalui 3R (reduce, reuse, recycle) menjadi produk bernilai ekonomis.

 “Menambah nilai moral dalam pengelolaan dan perlindungan lingkungan hidup dan media bagi pemerintah dan masyarakat dalam meningkatkan lingkungan hidup di Kota Probolinggo. Kami juga akan membuat kebijakan pengurangan sampah plastik dengan melibatkan semua elemen masyarakat,” tegas BK, begitu ia biasa disapa. 

“Intinya adalah darling, kesadaran lingkungan. Kami buktikan bahwa masyarakat Kota Probolinggo ini darling. Caranya, ya kita harus membuktikan dengan kerja joss Bro!,” seru pria yang hobi mancing ini.  (famydecta/humas)

 

It is not Environmental Agency (DLH) if it has no innovation. This agency always has something to be done for their activity. As promoted this year, DLH will carry out Gerakan Kumpul 4 Ton Sampah Kantong Kresek (GU4SAK/the Movement Collecting 4 Tons of Plastic Bag Waste) in an effort to reduce plastic bag waste in Probolinggo city.

It corresponds to the theme of the Environment Day, “Kendalikan Sampah Plastik/Beat Plastic Pollution,” and to support the GU4SAK program, the people of Probolinggo City gathered at the Taman Wisata Lingkungan (TWSL) carrying plastic bags waste. “And, for 1 kilogram (plastic bag) can be exchanged for one pack of compost or plant seeds,” said Regional Secretary of Probolinggo City, dr. Bambang Agus Suwignyo, when delivering a speech at the Environment Festival, this morning.

Sekda explained, DLH collaborated with the Research and Development Center (Puslitbang) of the Ministry of Public Works and Public Housing (PUPR) which had given a plastic bag chopper. This machine will process plastic bags into raw materials for Laweyan roads making.

To support concrete environmental protection and management, DLH held this environmental festival. A number of activities were held, such as coloring competitions for kindergarten, environmental motivator competitions, recycled patrol competitions, 3D mural competitions, fashion shows using recycled materials, and exhibitions of environmental friendly products followed by villages in Probolinggo City. At the same location there is also a blood donor stand of Indonesian Red Cross (PMI).

“After this activity, it is expected that there will be an increase of understanding and awareness to change community behavior for the environmental benefit. Please continue to increase the amount of waste reduction in the community. Let us unite and be committed to beat plastic waste together, “asked the regional secretary as the representative of the mayor.

Head of DLH Budi Krisyanto emphasized that this festival was held as a media of communication, education, campaign/socialization and transformation of knowledge in environmental management. Moreover, it is also for socializing the theme of the Environment Day commemoration to all elements of society, increasing the active participation of the community in environmental management and protection, encouraging people to maximize waste through a 3R (reduce, reuse, recycle) into economical products.

“Add moral values in managing and protecting of the environment and as a media for the government and society in improving the quality of environment of Probolinggo City. We will also make a policy to reduce plastic waste by involving all elements of society, “said BK, as he was usually called.

“The point is darling (stands for kesadaran lingkungan/environmental awareness). We prove that the people of Probolinggo City are darling. And the way is, we have to prove it with hard work Bro, “claimed this man who likes fishing eagerly.(unofficial translation/hariyanti)

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.