Mantapkan Smart City, Pemkot Kembali Gelar Bimtek

image_pdfimage_print

KANIGARAN – Kota Probolinggo termasuk salah satu dari 100 kota pintar yang dipilih oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo). Jadilah beberapa hal yang menjadikan Kota Probolinggo sebagai kota pintar. “Contoh kecilnya seperti yang terlihat di lingkungan kantor pemkot yang sudah menerapkan parkir cerdas. Dengan menggunakan portal semacam hanya yang benar-benar berkepentingan bisa masuk ke dalam lingkungan pemkot, ”kata profesor Yudho Giri Sucahyo, dosen Universitas Indonesia. 

Selain itu, dia menyebutkan kawasan pengelolaan mangrove yang dijadikan tempat wisata BeeJay Bakau Resort (BJBR) juga merupakan salah satu pilihan cerdas yang sangat menarik pengunjung baik lokal maupun mancanegara. “Biarkan hal-hal itu milik investor dalam pengelolaannya,” tambahnya.

Undang-undang tersebut disampaikan dalam kegiatan bimbingan teknis tahap II Gerakan Menuju 100 Kota Pintar yang diselenggarakan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Probolinggo. Dalam bimtek yag diikuti oleh 50 orang orang dari seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) ini, akan disusun masterplan menuju kota pintar. 

Strategi. Membangun kota pintar menjadi enam bagian. Tata pemerintahan yang cerdas, pencitraan merek yang cerdas, ekonomi pintar, kehidupan cerdas, masyarakat cerdas, lingkungan cerdas. Dalam setiap bagian itu akan dilakukan berbagai strategi untuk mencapai indikator sesuai target bidang.

Kepala Diskominfo, Aman Suryaman mengatakan bahwa bimtek ini berfungsi untuk memahami konsep dari kota pintar dan mampu memberikan ide dan mencari untuk pembangunan kota pintar. “Dan juga untuk mengidentiffikasi program unggulan dari setiap OPD untuk percepatan smart city,” katanya. 

Wali kota Probolinggo, Rukmini demi seluruh OPD mutual untuk mengolah Kota Probolinggo sebagai kota pintar. “Kota pintar merupakan kombinasi antara teknologi baru dan pola pikir, membutuhkan kerjasama dari seluruh kota untuk menjadikan Probolinggo sebagai salah satu kota pintar,” kata Rukmini. 

Kepala Seksi Infrastruktur e-Government, Direktorat e-government, Kementrian Kominfo RI Jusuf A. Simatupang menetapkan bahwa dibutuhkan seluruh elemen baik pemerintah maupun swasta untuk mewujudkan kota pintar. “Intinya, tujuan dari kota pintar adalah menciptakan kesejahteraan rakyat,” katanya. 

Selain Kota Probolinggo, terdapat beberapa kota / kabupaten yang terpilih dalam gerakan menuju kota pintar, Kabupaten Jember, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Tuban, Kota Surabaya dsb, dan menjadikan Provinsi Jawa Timur sebagai provinsi yang menyumbangkan kota / kabupaten menuju kota pintar terbanyak. ( hariyantiagustina / humas)

 

KANIGARAN – Probolinggo City is one of 100 smart cities chosen by the Ministry of Communication and Information Technology (Kemenkominfo). There are several things that make Probolinggo a smart city. “The small example is seen in the office of the municipal government that has implemented smart parking. Using a portal like that, only those who really have an interest can enter the municipality environment,” said professor Yudho Giri Sucahyo, lecturer at University of Indonesia.

In addition, he said that the mangrove management area used as a tourist spot for Bee Jay Bakau Resort (BJBR) is also one of the smart choices that attracts both local and foreign visitors. “Let the things belong to investors in their management,” he added.

The law was conveyed during the technical guidance activity phase II of the Movement Towards 100 Smart Cities organized by the Communication and Information Technology Agency (Diskominfo) of Probolinggo City. In the technical training which was attended by 50 people from all Working Units (OPD), a master plan will be drawn up to smart cities.

Strategy. Building a smart city into six parts. Smart governance, smart branding, smart economy, intelligent life, intelligent society, intelligent environment. In each of these sections, various strategies will be carried out to achieve indicators according to the field targets.

The head of Diskominfo, Aman Suryaman said that this training serves to understand the concept of a smart city and is able to provide ideas and look for smart city development. “And also to identify superior programs from each OPD for accelerating smart city,” he said.

The mayor of Probolinggo, Rukmini, for the sake of a mutual OPD to process Probolinggo City as a smart city. “Smart city is a combination of new technology and mindset, requiring cooperation from all components to make Probolinggo one of the smart cities,” said Rukmini.

Head of e-Government Infrastructure Section, Directorate of e-government, Ministry of Communication and Information Technology RI Jusuf A. Simatupang stipulates that all elements of both government and private sectors are needed to realize smart cities. “In essence, the goal of smart cities is to create people’s welfare,” he said.

In addition to Probolinggo City, there are several selected cities / regency in the movement towards smart cities, including Jember Regency, Pasuruan Regency, Tuban Regency, Surabaya City, etc., and make East Java Province as the province which has the most smart cities.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.