Presiden Jokowi: Indonesia Harus Menjadi Negara Maju

image_pdfimage_print

 

MAYANGAN – Dalam rangka memperingati HUT ke – 73 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2018, Kamis(16/8), Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Probolinggo menggelar Rapat Paripurna Istimewa dengan agenda mendengarkan pidato Presiden RI, Joko Widodo. Paripurnadi Ruang Sidang Utama DPRD itu dihadiri Wali Kota ProbolinggoRukmini.

Keua DPRD Agus Rudiyanto Ghafur mengatakan, besok tanggal 17 Agustus 2018, seluruh rakyat Indonesia akan memperingati HUT ke – 73 RI, yang merupakan hari bersejarah bagi bangsa Indonesia setelah lebih dari 350 tahun terbelenggu penjajahan asing. Maka setiap tanggal 17 Agustus diperingati sebagai momentum penting yang melahirkan kembali semangat membangun untuk mengisi kemerdekaan yang telah direbut dengan jiwa raga oleh para pejuang bangsa.

Oleh karenaitu, mendengarkan pidato kenegaraan Presiden RI bersama penyelenggara pemerintah di daerah menjadi sangat penting. “Hal ini dalam upaya menjembatani, mentransferinformasi – informasi yang terkait dengan kebijakan pemerintah untuk disampaikan kepada konstituen pada saat penjaringan aspirasi masyarakat,” ujar ketua.

Dalam pidatonya, Presiden Joko Widodo mengatakan selama 73 tahun ini, bangsa Indonesia terus bekerja, ikhtiar, berjuang untuk mengejar prestasi bangsa. Kita patut bersyukur telah mampu memanfaatkan kebhinekaan kita dengan ciri khas budayanya masing – masing dan dengan kearifan lokalnya masing masing untuk menjadi sumber energi kemajuan bangsa, menjadi sumber inspirasi bagi seluruh anak bangsa.

Selain itu, Presiden juga mengatakanPemerintah dalam 4 tahun terakhir terus memangkas suku bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari yang awalnya 22 persen, saat ini sudah diturunkan menjadi 7 persen. Pajak penghasilan (Pph) final bagi UMKM turut dipangkas dari 1 persen menjadi 0,5 persen “Agar UMKM dapat lebih cepat naik kelas, sehingga yang kecil menjadi menengah, yang menengah menjadi besar, menjadi pengusaha – pengusaha nasional yang kuat dan tangguh,”tambahnya.

Joko Widodo juga menekankan untuk memperkuat fondasi dan mengumpulkan energi untuk melakukan lompatan kemajuan. “Kita tidak boleh terjebak pada status sebagai negara berpenghasilan menengah, kita tidak boleh terkena “middle income trap” tapi kita harus berhasil menjadi negara Indonesia yang maju,” ungkap Jokowi.

Selesai acara, Wali Kota Probolinggo menyalami seluruh peserta rapat. Tampak hadir anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD), seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta seluruh lurah. (Mita / humas)

 

MAYANGAN – In commemoration of the 73rd anniversary of the Independence of the Republic of Indonesia in 2018, Thursday (16/8), the Probolinggo City Council (DPRD) held a Special Plenary Meeting with the agenda of the speech of the Indonesian President, Joko Widodo. The meeting held in the main plenary meeting room of was attended by Mayor of Probolinggo, Rukmini.

Chairperson of DPRD Agus Rudiyanto Ghafur said, tomorrow on 17 August 2018, all Indonesian people will commemorate the 73rd anniversary of the Republic of Indonesia, which is an important day for the Indonesian nation after over 350 years of foreign occupation. Then every August 17 is celebrated as an important momentum that gives birth to the spirit to fill the freedom that has been captured by the soul of the body by the nation’s fighters.

Therefore, listening to the Indonesian President’s state speech with government organizers in the regions is very important. “This is in an effort made as a bridge, transfer information – information related to government policies to be conveyed to constituents during the screening of people’s aspirations,” said the chairman.

In his speech, President Joko Widodo said that for the past 73 years, Indonesian nation had continued to work, endeavor, strive to pursue the nation’s achievements. We should be grateful to have been able to take advantage of our diversity with their distinctive cultural characteristics and with their respective local wisdom to become an energy source for the nation’s progress, becoming a source of inspiration for all the nation’s children.

In addition, the President also said that the Government in the last 4 years has continued to cut interest rates on People’s Business Credit (KUR) from the initial 22 percent, which has now been reduced to 7 percent. The final income tax (Pph) for SMEs was also cut from 1 percent to 0.5 percent. “In order for SMEs to be able to move up the class faster, so that the small ones become medium, the middle ones become big, become strong and tough national entrepreneurs,” he added.

Joko Widodo also stressed to strengthen the foundation and gather energy to make a leap of progress. “We must not be trapped in the status of a middle-income country, we should not be exposed to a ‘middle income trap’ but we must succeed in becoming an advanced Indonesian country,” said Jokowi.

After the event, the Mayor of Probolinggo greeted all the participants of the meeting. The members of the Regional Leadership Coordination Forum (FKPD) were present, all Heads of Regional Organization Organizations (OPD) and the entire sub-districts head.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.