Wali Kota: Generasi Muda Harus Teladani Perjuangan Pahlawan

image_pdfimage_print

MAYANGAN–17 Agustus 1945 lalu, Indonesia telah mereka. Kini, detik-detik proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia selalu diperingati dengan upacara. Tepat pukul 10.03, detik-detik proklamasi di Kota Probolinggo dilaksanakan di Alun-alun setempat, Jumat (17/8). 

Peringatan ini untuk menggugah masyarakat agar kembali mengingat masa perjuangan para pahlawan. Waktu itu, 73 tahun silam Presiden RI Soekarno membaca proklamasi dan berpidato tanpas teks. Kemudian bendera merah putih yang dijahit oleh Ibu Fatmawati dikibarkan. 

Di Kota Probolinggo, pada upacara bendera detik-detik proklamasi HUT RI ke-73 bertindak sebagai inspektur upacara Wali Kota Rukmini, komandan upacara Kasat Lantas Polres Probolinggo Kota AKP Alpo Gohan. Sedangkan pembaca teks proklamasi kemerdekaan adalah Ketua DPRD Agus Rudianto Ghafur. 

Pasukan delapan pengibar bendera pusaka ialah Agetrisha Merici P (SMAK Mater Dei); Nanda Wira dan Giovanni Genesius (SMAN 3); Nurul Huda (SMA Sunan Giri); Yuzky Eka Wardana (SMKN 4); Nur Azizah (SMAN 1); Fita Megasari (SMAN 4) dan Ni Puttu Regita (SMAN 2). 

Saat detik-detik proklamasi kemerdekaan, sirine dibunyikan selama beberapa saat. Kemudian dilanjutkan pembacaan teks proklamasi dan pengibaran bendera oleh pasukan delapan. Peserta upacara pagi itu antara lain Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD), para veteran, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, lurah Ketua Organisasi Wanita dan sejumlah peserta upacara. Nampak hadir pula pasangan calon terpilih wali kota dan wakil wali kota, Habib Hadi Zainal Abidin dan Moch Soufis Subri. 

Ditemui usai upacara, Wali Kota Probolinggo Rukmini menegaskan pelaksanaan upacara proklamasi kemerdekaan berjalan sangat khidmat dan meriah. “Semoga ini menandakan Bagaimana rakyat tambah sejahtera dan tambah maju. Masyarakat Indonesia, khususnya Kota Probolinggo tambah luar biasa, kondusif, aman, nyaman hidup di kota ini. Itu harapan saya,” terangnya.  

Arti kemerdekaan bagi wali kota perempuan ini adalah bagaimana pemerintah mengisi pembangunan-pembangunan mulai dari infrastruktur dan sumber daya manusia (SDM). Menurutnya, peringatan kemerdekaan ini dapat mendorong personil Aparatur Sipil Negara (ASN) lebih berkualitas, bagus dan meningkat. “Generasi muda harus bisa meneladani semangat perjuangan para pahlawan dalam memerdekakan Indonesia,” pesannya. 

Sementara itu, Kapolres Probolinggo Kota AKBP Alfian Nurrizal mengajak seluruh masyarakat untuk mengisi kemerdekaan dengan cara menjaga sinergitas antar stakeholder di Kota Probolinggo ini. “Apalagi sebentar lagi persiapan pemilihan legislatif dan pemilihan presiden, Jaga persatuan, keutuhan dan tentunya hasil dari pemilihan itu adalah yang terbaik bagi bangsa,” tegasnya. 

Usai upacara berlangsung, Wali Kota Rukmini bersama FKPD dan undangan mengikuti acara tasyakuran peringatan kemerdekaan Indonesia. Tasyakuran di sisi timur selatan Alun-Alun tersebut ditandai dengan pemotongan tumpeng. (famydecta/humas)

Leave a Reply

Your email address will not be published.