Drum Band, Melatih Kedisiplinan dan Kemandirian Anak

KANIGARAN – Ratusan siswa Taman Kanak-kanak (TK)/ Raudlatul Athfal (RA) dan Sekolah Dasar (SD)/Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Kota Probolinggo berkompetisi. Mereka mengikuti lomba kirab drum band yang digelar, Sabtu (25/8) pagi. 

Lomba yang diadakan dalam rangka Semipro (Seminggu di Kota Probolinggo) dan HUT ke 73 Kemerdekaan Republik Indonesia ini diikuti 58 peserta dari TK/RA, dan 17 peserta di tingkat SD/MI. 

Hadir mewakili wali kota, Asisten Pemerintahan Gogol Sudjarwo, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) M.Maskur, Wakapolres Probolinggo Kota Kompol Djumadi dan sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta undangan. 

Disdikpora terus mempertahankan kegiatan ini setiap tahunnya, karena melalui drum band diharapkan bisa menjadi sarana aktif generasi muda yang sehat, terampil dan bermanfaat.

“Selain itu bagi institusi pendidikan dan masyarakat untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM). Drum band dapat melatih kemandirian anak, menumbuhkan kedisiplinan, tanggung jawab dan cinta tanah air,” jelas Ketua Panitia sekaligus Kabid Pemuda dan Olahraga, Didit Irwanto saat menyampaikan laporannya. 

Untuk memecah kerumunan, rute antara peserta TK/RA dan SD/MI sengaja dibuat berbeda. Jika peserta TK/RA finish di GOR. A.Yani, untuk SD/MI di Jalan Ahmad Yani (timur pendapa kabupaten). Start sama-sama di depan kantor wali kota Jalan Panglima Sudirman. 

Dalam sambutannya, Wakapolres Probolinggo Kota Kompol Djumadi menuturkan, drum band menjadi awal pembinaan disiplin dan pembentukan karakter anak. Oleh karena itu, penting dilakukan pembinaan dan pembibitan yang terukur dan berkesinambungan yang sarat prestasi dan profesional. 

“Kesuksesan acara ini tidak luput dari suntikan semangat para penonton. Untuk peserta, teruslah bekerja keras dengan maksimal dan berikan yang terbaik dalam penampilan kalian,” ujar Kompol Djumadi. 

Ada tujuh orang juri yang menilai para peserta, mereka berasal dari Persatuan Drum Band Indonesia (PDBI) Jawa Timur.  Kriteria penilaian lomba antara lain keterampilan yang terdiri dari keseragaman langkah, gerak dan lagu, semangat dan baris-berbaris. Kemudian musik meliputi tempo, harmoni, teknik permainan alat serta colour guard. Selain penilaian secara kelompok juga ada penilaian perorangan untuk Gita Pati (field commander) dan Mayoret (drum major). 

Sementara itu, usai pelepasan peserta, Kepala Disdikpora M Maskur menyatakan setiap tahun lomba dilaksanakan, selain kirab juga ada lomba unjuk gelar di Gor Mastrip, Minggu (26/8). Dengan kegiatan semacam ini, katanya, anak-anak akan peka karena harus memperhatikan irama lagu, kekompakan ,kebersamaan yang tidak lepas dari kedisiplinan. 

“Gerakan tabuhan tidak kompak, suara kan tidak seirama. Jadi, drum band ini membentuk dan melatih anak-anak lebih disiplin dan sebagai penguatan karakter anak,” terang mantan Kabag Humas dan Protokol ini. (famydecta/humas)