Karapan Kambing, Upaya Lestarikan Budaya Lokal

KEDOPOK – Karapan kambing masih menjadi salah satu agenda rutin yang tak pernah absen di ajang Seminggu di Kota Probolinggo (Semipro). Di usianya yang telah menginjak satu dekade, Semipro kembali dimeriahkan Karapan Kambing dengan memperebutkan Piala Bergilir Wali Kota Cup 2018. Tak ayal, venue karapan kambing dikerumuni masyarakat Kota Probolinggo pecinta karapan kambing. 

Sama seperti tahun lalu, karapan kali ini digelar di tempat yang sama, di Lapangan Progo, Jrebeng Kulon, Kedopok. Kegiatan resmi dibuka oleh Asisten Pemerintahan Sekda Kota Probolinggo, Gogol Soedjarwo pagi tadi (25/8). Hadir pula Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), Tutang Heru Aribowo, sejumlah kepala OPD, dan lurah se-Kecamatan Kedopok. 

Disbudpar selaku leading sektor menginginkan agar karapan kambing menjadi salah satu potensi pariwisata yang harus terus dikembangkan mengingat ini merupakan salah satu budaya lokal yang perlu dilestarikan agar tak tergerus zaman. Sebanyak 192 peserta mengikuti karapan kambing tahun ini. Jumlah tersebut terbagi menjadi 2 kelas yakni A Besar dengan jumlah 96 peserta dan B Kecil dengan 96 peserta. Peserta tersebut berasal dari Kota dan Kabupaten Probolinggo serta Lumajang. 

“Melalui kegiatan ini, kami memiliki tujuan melestarikan dan mengembangkan budaya lokal sebagai potensi budaya sekaligus sebagai ajang promosi wisata yang diharapkan dapat menambah daya tarik wisatawan baik lokal maupun mancanegara untuk berkunjung ke Kota Probolinggo, ” tutur Kabid Destinasi Pariwisata Disbudpar, Pramito Legowo.

Sementara itu, Asisten Pemerintahan Sekda Kota Probolinggo, Gogol Soedjarwo yang hadir mewakili Wali Kota Probolinggo mengungkapkan apresiasinya atas digelarnya Karapan Kambing tahun ini. Menurutnya, karapan kambing merupakan salah satu kegiatan yang telah membudaya di Kota Probolinggo. 

“Saya mengucapkan terima kasih kepada panitia atas terselenggaranya karapan kambing dalam ajang semipro tahun ini. Kita perlu mengembangkan  potensi kepariwisataan yang ada di Kota Probolinggo termasuk karapan kambing. Acara ini merupakan upaya yang sangat bagus untuk mengangkat dan mengembangkan  sekaligus melestarikan nilai-nilai seni budaya tradisional yang ada di wilayah kita,” jelas Gogol. 

Setelah dibuka secara resmi, Gogol Soedjarwo berkesempatan melepas secara resmi karapan kambing sebagai tanda dimulainya kegiatan ini. Karapan kambing bakal digelar selama dua hari hingga Minggu sore (26/8). Piala bergilir yang diperebutkan para peserta juga diserahkan oleh pemenang tahun lalu kepada panitia. Selain piala, para pemenang nantinya akan menerima uang pembinaan.(alfien/humas)