Nostalgia dengan Olahraga Tradisional

image_pdfimage_print

MAYANGAN – Keceriaan terlihat di wajah adik-adik tingat SD/MI saat mengikuti olahraga tradisional di Stadion Bayuangga, Senin (27/8). Sesekali mereka terjatuh ketika berlari mengejar bola kasti untuk menghentikan laju pemain lawan mencetak skor. Namun tak sedikit pun memupus semangat mereka. Peluh keringat tak mereka hiraukan. Hanya satu tujuan yang ingin mereka raih, memenangkan pertandingan. 

Momen seperti ini memang sudah jarang kita lihat belakangan ini. Namun ini lah yang ingin kembali dipopulerkan oleh Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Probolinggo. Melalui ajang Seminggu di Kota Probolinggo (Semipro), Disdikpora menggelar Lomba Olahraga Tradisional yang dipusatkan di Stadion Bayuangga. Lomba ini meliputi empat olahraga tradisional yang saat ini mulai terkikis oleh perkembangan zaman. Antara lain egrang, kasti, hadang, dan terompa panjang. 

Kegiatan ini dimulai sejak Senin pagi dan berakhir hingga Rabu (29/8) dengan melibatkan 460 murid SD/MI se-Kota Probolinggo. Seluruh peserta terbagi dalam 17 gugus yang merupakan gabungan dari sejumlah sekolah dasar. Kabid Pemuda Olahraga Disdikpora, Didit Irwanto mengungkapkan olahraga tradisional merupakan salah satu warisan luhur budaya bangsa yang perlu dilestarikan. 

“Di dalam olahraga ini mencerminkan karakter bangsa, yakni kebersamaan, slaing menghormati, dan kerjasama satu sama lain. Anak-anak sekarang harus ditanamkan hal seperti itu,” jelas Didik.

Kegiatan yang memang hampir tiap tahun digelar di Semipro ini nampaknya mendapt perhatian dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Menurut Didik, pihaknya telah menerima undangan dari pihak provinsi untuk mengikuti lomba serupa di tingkat provinsi. 

“Alhamdulilllah, kami telah mendapat undangan dari Provinsi Jawa Timur untuk ikut di bulan November nanti. Untuk pesertanya akan kami jaring pada kegiatan tahun ini,” tutur Didik. 

Sementara itu, Wali Kota Rukmini yang membuka secara resmi kegiatan tadi pagi menyatakan bahwa Indonesia merupakan negara yang selalu menjaga tradisinya termasuk olahraga tradisional yang digelar hari ini hingga 2 hari ke depan. Menurutnya, selain keterampilan dan skill, olahraga semacam ini menuntut kerjasama antar pemain untuk meraih tujuan yang diinginkan. 

“Ini merupakan olahraga warisan nenek moyang kita. Bagaimana kita bisa menciptakan kerjasama yang baik, melatih kesabaran. Itu yang penting. Kegiatan ini juga merupakan salah satu kegiatan Semipro 2018. Oleh karena itu, adik-adik harus mendukung Semipro tahun ini,” ujar Rukmini. 

Sebagai tanda diresmikannya lomba kali ini, Rukmini beserta sejumlah jajarannya berkesempatan memukul bola kasti yang telah disiapkan panitia. _alfien(humas)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.