KPAI Tegaskan Kasus Pawai PAUD Clear and Cut

image_pdfimage_print

 

KANIGARAN– Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Susanto memastikan bahwa permasalahan yang menimpa TK. Kartika V-69 saat mengikuti pawai kemerdekaan sudah clear and cut. Artinya, permasalahan tersebut sudah tidak perlu lagi diperpanjang. Pernyataan ini disampaikan saat yang bersangkutan menemui Wali Kota Probolinggo, Rukmini Selasa (28/8) di Sabha Bina Praja, Kantor Wali Kota Probolinggo. 

Susanto mengakui, kedatangannya ke Kota Probolinggo sebagai bentuk pengawasan atas laporan dari berbagai kalangan masyarakat terkait pawai kemerdekaan yang diikuti oleh peserta PAUD. Hal ini bermula dari unggahan video yang tidak utuh tentang peserta pawai dari TK. Kartika V-69 yang menggunakan pakaian bercadar dengan membawa replika senjata. 

“Kalau dilihat konteks, memang ini terjadi mis konteks. Ini kan temanya kemerdekaan, harusnya yang ditampilkan konstum-kostum yang menggambarkan bangsa Indonesia. Apa yang ditampilkan oleh pihak TK. Kartika tidak seperti semangat itu. Jadi tidak salah kalau publik protes,” ujar Susanto.

Rukmini berharap agar informasi terkait pawai ini tidak lagi diperbincangkan. “Sebenarnya di Kota Probolinggo kan sudah adem ayem. Di daerah lain masih saja ramai. Masalah ini sudah selesai. Pihak-pihak terkait juga sudah mengambil tindakan dan sudah ditindak,” ujar Wali Kota. 

Kepala Staf Kodim 0820 Probolinggo, Mayor (Inf.) Teguh Hery Wignyono mengakui jika pihaknya lalai. “Setiap proses yang ada di TK biasanya bersurat dengan Kodim. Nah untuk kali ini memang tidak. Jadi kami tidak tahu pasti apakah TK kami ikut pawai atau tidak. Terkait titik kumpul, yang biasanya mereka berkumpul di Kodim, saat itu mereka memang berkumpul di pertigaan Jalan dr. Mohammad Saleh,” ujar Kasdim. 

Susianah Affandy, Ketua Divisi Pengaduan KPAI menyayangkan jika ada oknum-oknum tertentu yang menisbatkan perjuangan Rasulullah kepada ISIS dan Taliban. Ia juga mengakui jika kasus ini dimanfaatkan kalangan yang mendukung aksi radikal. “Kita melihat di media sosial, kalangan yang mendukung radikalisme begitu membela luar biasa kepada TK. Kartika yang sebenarnya, mereka sama sekali tidak ada kaitannya dengan TK Kartika,” ujar Komisioner KPAI itu. (abdurhamzah/humas) 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.