Pemkot Sosialisasikan Pemulasaraan Jenazah Dengan Penyakit Menular

image_pdfimage_print

 

Kanigaran – Mengurusi jenazah adalah fardhu kifayah bagi setiap orang yang mengetahui. Terdapat empat perkara yang berhubungan dengan perawatan janazah, yakni memandikan, mengkafani, menshalatkan dan menguburkannya. Tetapi tidak semua paham tata cara mengurus jenazah khususnya jenazah yang meninggal karena penyakit menular. Terkait hal itu, Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) mensosialisasikan perawatan jenazah dengan penyakit menular di Puri Manggala Bhakti, Kantor Wali Kota Probolinggo, Rabu (29/08).

Bagian Kesra mendatangkan narasumber dari Kementerian Agama Kota Probolinggo dan Dinas Kesehatan Kota Probolinggo. “Prinsip pemulasaraan jenazah dengan penyakit menular dalam hal ini ODHA (Orang dengan HIV/AIDS) selalu menerapkan kewaspadaan universal. Artinya memperlakukan setiap cairan tubuh, darah dan jaringan tubuh manusia sebagai bahan yang infeksius,” kata Joesminingsih, nara sumber dari Dinkes Kota Probolinggo. Dia juga menambahkan bahwa prinsip lainnya adalah tanpa mengabaikan budaya dan agama yang dianut dan tindakan petugas mampu mencegah penularan.

Dia juga menyarankan perawatan jenazah dengan HIV/AIDS sebaiknya tetap dilakukan oleh tenaga terlatih dengan tetap memperhatikan faktor-faktor penularan penyakit yang mungkin terdapat pada jenazah. “Tujuannya dengan menghilangkan resiko penularan penyakit khususnya HIV/AIDS dan Hepatitis virus dari jenazah serta memberikan rasa aman pada lingkungan tempat dirawatnya jenazah,” tambahnya.

Kepala Bagian Kesra, Chairul Anam menjelaskan, ”Tujuan kegiatan ini memang meningkatkan wawasan, dan pengetahuan secara teori dan praktek kepada para pengurus jenazah (rukun kematian) di setiap RW di Kota Probolinggo tentang tata cara perawatan jenazah dengan penyakit menular,”  jelas Kabag Kesra itu.

Wali Kota Probolinggo, Rukmini menyarankan agar setiap rukun kematian yang ada harus diberikan sosialisasi ini. “Karena setiap tahunnya, ODHA di Kota Probolinggo meningkat, untuk tahun ini tercatat 350 orang, jadi bila dibagi terdapat 70 orang di setiap kecamatan. Saya ingatkan agar setiap melakukan perawatan jenazah agar selalu menggunakan sarung tangan,” ujar Rukmini. (hariyantiagustina)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.