Kecamatan Wonoasih Jalin Sinergitas Terbaik 

image_pdfimage_print

KANIGARAN – Kecamatan Wonoasih menjadi kecamatan terbaik dari lima kecamatan yang ada di Kota Probolinggo, dalam menjalin sinergitas dengan stakeholder. Hal ini diketahui setelah lima camat melakukan presentasi di hadapan dewan juri saat gelar monitoring dan evaluasi sinergitas kecamatan di Kota Probolinggo tahun 2018. 

Ya, Rabu (29/8) lalu, lima camat di Kota Probolinggo presentasi di depan dewan juri yang terdiri dari Wali Kota Rukmini, Asisten Pemerintahan Gogol Sudjarwo, Bagian Organisasi dan Akademisi dari Universitas Panca Marga (UPM) Probolinggo. Masing-masing camat punya waktu 10 menit untuk persentasi. 

Diawali Camat Mayangan M Abbas, dilanjutkan Camat Kanigaran Pudi Adji Tjahjo Wahono, Camat Kademangan Pujo Agung Satrio, Camat Kedopok Imam Cahyadi kemudian ditutup Camat Wonoasih Deus Nawandi. Mereka didampingi Ketua TP PKK, kapolsek, koramil dan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM). 

Isi presentasi yang dijelaskan camat  membahas tentang profil kecamatan, inovasi, program, kegiatan dalam sinergitas dengan stakeholder. Setelah presentasi dilanjutkan tanya jawab oleh dewan juri kepada camat. Semua camat yang lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) dari berbagai angkatan berhasil menjawab pertanyaan yang diberikan. 

Wali Kota Rukmini pun selalu menanyakan peran camat dalam mendukung program PKK di kecamatan dan sebaliknya. Bagaimana camat perhatian terhadap kegiatan puskesmas dan program prioritas lainnya. 

Hasilnya, Camat Wonoasih berhasil meraih poin tertinggi dari empat camat yang lain. Pasalnya, kecamatan yang ada di wilayah selatan Kota Probolinggo ini punya sinergitas yang bagus dengan jajaran samping. 

Saat presentasi, Camat Deus menyampaikan, pihaknya melakukan penguatan LPM serta menggelar pertemuan rutin dengan LPM, bertemu dengan masyarakat membahas tentang pembangunan dan permasalahan yang ada di wilayah Wonoasih untuk kemudian mencari solusinya bersama. 

Kecamatan ini pun telah mengadakan lokakarya mini lintas kecamatan, pembinaan sektap (sekretaris tetap) UKS dan kerja bakti bersama masyarakat. “Kami juga bersama-sama Kapolsek dan Danramil menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Wonoasih. Karena di wilayah kami memang rawan kejadian kriminalitas seperti pencurian hewan,” tegas Deus.

Kabag Pemerintahan Setda Kota Probolinggo, Ina Lusilinawati menyatakan, setiap tahun ada penilaian sinergitas oleh Provinsi Jawa Timur. Dan, selama ini tidak ada penilaian serupa di tingkat kota. “Selama ini kami main tunjuk. Kami ingin menggali potensi yang ada di masing-masing kecamatan secara fair, kinerja camat betul-betul kita tampilkan di sini (presentasi),” terangnya. 

Yang di-evaluasi oleh Bagian Pemerintahan antara lain inovasi dan sinergitas dengan jajaran samping. Penilaian secara narasi atau administrasi telah dilakukan kemudian ditambah nilai presentasi camat. Meskipun belum diketahui kapan lomba di tingkat provinsi, tanggal 6 September mendatang data harus sudah masuk ke provinsi. 

 “Kami ingin melihat pemberdayaan masyarakatnya bagaimana. Bagaimana camat membentuk kecamatan agar bisa maju. Karena melakukan inovasi tidak bisa sendiri tetapi ada keterlibatan masyarakat, muspika dan LSM,” imbuh Ina. Tahun lalu, melalui sistem tunjuk, Bagian Pemerintahan memberangkatkan Kecamatan Mayangan. 

Ditemui usai pengumuman, Camat Wonoasih Deus Nawandi menyatakan kegiatan sinergitas ini sebagai sarana untuk proses peningkatan kinerja kecamatan bersama stakeholder terkait. Di antaranya forum komunikasi pimpinan kecamatan, LPM, RT,RW, karang taruna, PKK, puskesmas, tokoh masyarakat dan lainnya. 

“Intinya dengan kegiatan ini semoga membawa kecamatan semakin baik melalui proses sinergi antar berbagai institusi. Tidak ada persiapan khusus untuk mewakili kota di tingkat provinsi, yang penting semua elemen berkomitmen selalu meningkatkan kualitas pelayanan dan koordinasi,” tegas mantan Kasubag Protokol ini. (famydecta/humas)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.