Perwosi Ramaikan Semipro 2018

image_pdfimage_print

MAYANGAN– Semarak Seminggu di Kota Probolinggo (Semipro) 2018 tidak hanya diisi atraksi budaya dan kejuaraan olah raga semata. Persatuan Wanita Olah Raga Seluruh Indonesia (Perwosi) Kota Probolinggo menggelar senam ceria, Sabtu (1/9). Senam yang pesertanya dari PKK, masyarakat, dan Instansi Pemerintah Kota Probolinggo ini digelar di Jl. Kol. Sugiono.

Dipilihnya Jl. Kolonel Sugiono, bukan tanpa alasan. Jalan tersebut memang jarang diakses kendaraan. “ Rencananya memang menggunakan Jl. Suroyo. Tapi ini hari Sabtu. Jalan tidak boleh ditutup kan. Jadi ya kami geser ke Jalan Kolonel Sugiono,” ujar Sri Marsih, Ketua Event Perwosi Kota Probolinggo. 

Sumarsih menambahkan, senam ceria ini tidak hanya senam lalu selesai. Pihaknya menyediakan bingkisan kepada 20 peserta terbaik. “ Kami ini punya anggaran sendiri dari KONI. Jadi ya kami bikin acara sendiri, tidak digabung dengan kegiatan rutin seperti car free day. Kami sediakan 20 alat-alat elektronik seperti kompor gas, setrika, dan kipas angin. Tujuannya agar peserta senam lebih semangat,” pungkas pensiunan Guru Olah Raga SMKN 2 Kota Probolinggo itu. 

Sekretaris Daerah Kota,  Bambang Agus Suwignyo merasa senang dengan antusiame warga dalam berolahraga cukup tinggi. “Kita tentu bergembira, karena melihat semakin banyaknya masyarakat yang sudah mulai menyadari pentingnya berolahraga. Sekarang semakin banyak masyarakat yang menggunakan fasilitas taman-taman terbuka untuk olah raga di hari libur,” ujar Sekda.

Sekda juga mengajak masyarakat untuk tetap menjaga pola hidup sehat. “Mari kita budayakan hidup sehat dengan berolahraga. Tidak perlu olah raga mahal, cukup senam, berjalan atau lari itu juga menyehatkan,” ajak mantan Direktur RSUD dr. Moh. Saleh itu. 

Wiwik Sundari (40) instruktur senam dari sanggar DnD, memimpin senam ceria kali ini. Ia mengakui jika gerakan yang ia bawakan tergantung dari pesanan panitia. “Semua gerakan hampir sama di setiap kali senam. Pasti kita awali dengan aerobik. Setelah itu baru sesuai dengan request dari panitia. Kadang poco-poco namun sekarang lebih sering joget Maumere,” ujar wanita yang sudah 8 tahun menjadi instruktur senam itu. (abdurhamzah/humas) 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.