Wali Kota: Tagana Harus Siap 24 Jam 

image_pdfimage_print

KEDOPOK – Kota Probolinggo terletak di kawasan pesisir laut jawa dan memiliki ketinggian daratan yang relatif datar dan rendah, berpotensi tinggi dan variatif terhadap bencana. Menyikapi hal ini, Pemerintah Kota Probolinggo menggelar acara bimbingan teknis penanggulangan bencana di ruang terbuka hijau (RTH) Kedopok, Jum’at (31/8).

Bimtek ini dihadiri oleh 110 peserta yang terdiri dari dari, anggota linmas/hansip kelurahan se–Kota Probolinggo sebanyak 46 orang, pekerja sosial masayarakat (PSM) se–Kota Probolinggo sebanyak 29 orang, serta anggota Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kota Probolinggo sebanyak 35 orang. “Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan wawasan tentang upaya penanggulangan bencana terhadap masyarakat, sebagai salah satu bentuk upaya siap siaga penanggulangan bencana, dan memupuk jiwa sosial relawan terhadap masyarakat dalam penanggulangan bencana,” kata Kepala Dinas Sosial Zainulloh saat menyampaikan laporannya.

Wali Kota Probolinggo, Rukmini menjelaskan Pemerintah Kota Probolinggo terus berupaya untuk menangani bencana sedini mungkin dengan melakukan pengenalan terhadap langkah–langkah menghadapi bencana yang mungkin bisa terjadi kapanpun kepada masyarakat. “Kita tidak pernah tahu kapan bencana itu akan datang, dan apabila bencana datang, maka kita harus siap tentang bagaimana penanganan pra bencana, saat bencana dan setelah bencana,”ujar Rukmini. Dia juga mengatakan Anggota Tagana sebagai dasar koordinasi dan pengerahan sumber daya untuk penanganan kondisi tanggap darurat.

Rukmini berharap, kegiatan ini dapat berdampak  positif bagi peserta dalam bertindak secara profesional melalui spesifikasi penanggulangan bencana dan selalu berupaya mengantisipasi penanggulangan bencana. “Dan, Tagana harus siap 24 jam untuk membantu korban bencana,” kata wali kota diakhir sambutannya. Mita/Humas.

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.