Selama Semipro, Omzet PKL Mencapai Rp 1,3 M

image_pdfimage_print

MAYANGAN – Tampilan keluarga Bahar yang terdiri dari Annisa Bahar dan 2 Putri Bahar menutup ajang Semipro ke-10 tahun 2018, Senin (3/9) malam. Diwarnai dengan pertunjukan kembang api, tiga pedangdut ibukota ini menghibur masyarakat Kota Probolinggo yang telah menunggu penampilan mereka di penutupan Semipro. 

Tak hanya dihibur dengan musik dangdut, penutupan Semipro tadi malam juga dimeriahkan dengan tari Sekar Arum yang dipersembahkan oleh Sanggar Tari Bayu Kencana. Para pemenang Sudirman Fashion Street juga tak mau ketinggalan. Dengan begitu elegan, mereka menyuguhkan penampilan yang tak kalah menarik. 

Didampingi Ketua DPRD Agus Rudiyanto Ghafur, Dandim 0820 Letkol Kav Depri Rio  Saransi, dan Sekda Bambang Agus Suwignyo, Rukmini secara resmi menutup semipro tahun ini, ditandai dengan pemukulan gong.

Sekretarsi Semipro 2018, Tutang Heru Aribowo menyampaikan bahwa dalam ajang semipro tahun ini omzet Pedagang Kaki Lima (PKL) dengan jumlah 371 peserta mencapai Rp 1,3 M. Sedangkan pendapatan peserta pameran dalam tenda doom mencapai Rp 299 juta dengan estimasi Rp 42,7 juta per hari. 

“Selain itu, total Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari parkir kendaraan yang tersebar di 4 lokasi roda dua serta lokasi roda empat senilai Rp 6,5 juta,” jelas Tutang. 

Menurut Wali Kota Rukmini capaian tersebut memang merupakan salah satu misi yang diusung dalam tiap gelaran Semipro. Semipro digelar dengan maksud meningkatkan pergerakan ekonomi di Kota Probolinggo.

“Ini lah misi dari Semipro yang ingin kami usung, agar seluruh elemen masyarakat mulai dari PKL, UKM, kuliner hingga pelaku seni budaya dapat berpartisipasi dan merasakan manfaatnya,” ujar Rukmini. 

Tak lupa, Rukmini  mengucapkan terima kasih kepada seluruh pendukung acara dan sponsorship yang terlibat dalam pelaksanaan semipro. “Saya juga ingin memberikan apresiasi kepada seluruh panitia penyelenggara atas kerja kerasnya selama semipro digelar. Terima kasih telah memberikan yang terbaik untuk Kota Probolinggo. Saya menyadari bahwa di sejumlah titik mungkin masih ada beberapa kekurangan, namun hal tersebut dapat menjadi bahan evaluasi lebih lanjut,” pungkas Rukmini. (alfien/humas)

 

During Semipro, PKL Reached Rp1.3 Billion

The performance of the Bahar family consisting of Annisa Bahar and 2 Putri Bahar close the 10th Semipro of 2018, on Monday (3/9) night. Colored with a fireworks display, those three national dangdut singers entertained the people of Probolinggo City who had been waiting for their appearance at the closing Semipro.

Not only entertained with dangdut music, the closing Semipro last night was also enlivened by the Sekar Arum dance presented by the Sanggar Tari Bayu Kencana and the winner of Sudirman Fashion Street winners. With such elegance, they present an attractive appearance.

Accompanied by DPRD Chair Agus Rudiyanto Ghafur, commander of 0820 military command Lieutenant Colonel Kav Depri Rio Saransi, and Regional Secretary Bambang Agus Suwignyo, Rukmini officially closed semipro this year, marked by the beating of the gong (Javanese music instrument).

The 2018 Semipro Secretary, Tutang Heru Aribowo said that during semipro this year, 371 street vendors (PKL) reached Rp 1.3 billion, while the income of exhibitors in doom tents reached Rp 299 million with an estimated Rp 42.7 million per day.

“In addition, total Regional revenue (PAD) from two-wheeled and four-wheeled parking is worth Rp. 6.5 million,” explained Tutang.

According to the Mayor Rukmini, this achievement is indeed one of the missions carried in each Semipro. Semipro was held to increase economic movements in Probolinggo City.

“This is the mission of Semipro that we want to present, so that all elements of society starting from street vendors, UKM, culinary to cultural arts players can participate and feel the benefits,” said Rukmini.

Moreover, Rukmini thanked to all the performers and sponsors involved in this semipro. “I also want to appreciate to the entire organizing committee for their hard work during semipro. Thank you for giving the best for Probolinggo City. I realized that at some points there might still be some shortcomings, but this could be a further evaluation,” concluded Rukmini. (unofficial translation/hariyanti)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.