Wali Kota Tinjau Titik Pantau Kota Sehat

image_pdfimage_print

 

KADEMANGAN –Jelang kunjungan tim Kota Sehat dari Provinsi Jawa Timur, Kamis (13/9) mendatang, Wali Kota Probolinggo Rukmini meninjau ke sejumlah titik pantau, Senin (10/9) pagi. Wali kota melihat secara langsung pemberdayaan masyarakat sekaligus memberikan pembinaan. 

Kunjungan pagi itu diawali di Perumahan Kademangan Asri memantau Kebun Bibit Desa (KBD) Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) Mentari RW 4, Kelurahan Pilang, Kecamatan Kademangan. Di lokasi tersebut, berbagai sayuran tertata rapi di tanah fasum milik pengembang. Di antaranya lombok, terong, kubis, sawi, kangkung dan sayuran lainnya. 

Rombongan wali kota yang ikut meninjau ada Sekda Bambang Agus, Asisten Ekonomi Pembangunan Achmad Sudiyanto, Asisten Pemerintahan Gogol Sudjarwo, Kepala Bappeda Litbang Rey Suwigtyo, Kepala Dinas Kesehatan dr Ninik Ira Wibawati dan sejumlah Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) terkait lainnya.

Peninjauan kemudian bergeser ke Kube (Kelompok Usaha Bersama) Nuris di Ponpes Nurul Islam Kelurahan Triwung Lor. Kube tersebut memproduksi bakpia. Wali Kota Rukmini melihat bagaimana produksi bakpia yang diproses secara higienis serta memberdayakan masyarakat setempat. 

Diketahui, penilaian Kota Sehat dilakukan oleh Kementerian Kesehatan setiap dua tahun sekali. Sedangkan Provinsi Jawa Timur melakukan verifikasi setiap tahun untuk memberikan pembinaan sebelum maju ke tingkat nasional. Seperti tahun sebelumnya, Kota Probolinggo mengikuti penilaian Kota Sehat Swasti Saba Wistara dengan tujuh indikator. 

Tujuh tatanan itu antara lain tatanan pemukiman dan sarana prasarana sehat; tatanan kehidupan masyarakat yang sehat dan mandiri ; tatanan kawasan tertib lalu lintas dan pelayanan transportasi; tatanan kawasan industri dan perkantoran sehat; tatanan kawasan dan ketahanan pangan dan gizi; tatanan kawasan kehidupan sosial sehat dan tatanan kawasan parwisata sehat. 

“Kunjungan ini untuk melihat kegiatan di masing-masing tatanan sekaligus untuk menghadapi hari Kamis (13/9). Penekanan agar lebih mantap lagi untuk maju ke tingkat nasional pada tahun ganjil (2019). Kalau verifikasi dari provinsi ini dilakukan setiap tahun genap (2018),” ujar Kabid Kesehatan Masyarakat Dinkes, dr NH Hidayati di sela kunjungannya mendampingi wali kota. 

NH Hidayati menambahkan, titik pantau yang dilihat adalah pemberdayaan masyarakat yang sangat tinggi. KRPL Mentari misalnya, pemberdayaan masyarakatnya dirasa sangat bagus karena dari hasil KRPL dapat bernilai gizi tinggi jika dikonsumsi oleh masyarakat. Di sana juga ada ternak lele, ketika diolah lele bisa diberikan bagi gizi balita. 

“Apabila hasil panennya berlebih bisa dijual, hasil jualannya bisa dibelikan bahan makanan saat posyandu balita. Jadi, semua yang dihasilkan dapat berdaya guna untuk semua elemen masyarakat di sekitar lingkungan tersebut,” ungkapnya.

Dari evaluasi Swasti Saba Wistara tahun 2017 lalu, yang menjadi PR (pekerjaan rumah) Kota Probolinggo adalah tatanan teknis seperti AKI (angka kematian ibu) dan penyakit demam berdarah. Kendati demikian, OPD di Pemkot Probolinggo berintegrasi dalam kegiatan Kota Sehat. “Kita cari terobosan untuk solusi dari evaluasi ini. Untuk dukungan, OPD selalu memasukkan Kota Sehat ke dalam kegiatannya,” imbuh Hidayati. 

Kunjungan Wali Kota Rukmini berakhir di SDN Pilang III, yang menjadi satu lokasi dengan Kelompok Bermain (KB) Flamboyan. Saat proses belajar mengajar berlangsung, Rukmini datang dan ikut nimbrung bersama belasan anak-anak. Ia memeriksa secara administrasi kelengkapan lembaga pendidikan tersebut sekaligus berbincang dengan pengajar serta anak-anak. (famydecta/humas)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.