Sekda: Umat Islam Jangan Mudah Terprovokasi 

image_pdfimage_print

KANIGARAN – Pemerintah Kota Probolinggo menggelar pengajian memperingati Tahun Baru Islam 1440 Hijiriyah/2018 Masehi dengan tema “Dengan peringatan 1 Muharram 1440 Hijriah, momentum merajut tali silaturahmi dan persaudaraan kita”, Rabu (12/9) di Halaman Kantor Wali Kota. 

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Choirul Anam mengatakan, pengajian ini untuk meningkatkan kualitas keimanan, ketakwaan kepada Allah SWT, mempererat ukhuwah islamiyah, silaturahmi antar ulama, umaro dan masyarakat serta syiar Islam. “Sebagai tonggak untuk implementasi nilai nilai islam dalam kehidupan sehari – hari,” ujar Choi-panggilan akrabnya.

Sekda Kota Probolinggo Bambang Agus Suwignyo menuturkan, masyarakat jangan menyia – nyiakan waktu tanpa makna, segera isi dengan hal – hal baik. Seiring dengan datangnya tahun baru Islam sebagai muhasabah diri.

Bambang juga mengingatkan pentingnya menjaga ukhuwah serta kerukunan antar umat beragama. “Jangan mudah terprovokasi yang bisa memecah belah persatuan. Selamat tahun baru 1 Muharram 1440 Hijriyah, semoga lebih baik dari tahun lalu,” ujarnya.

Pengajian Tahun Baru Islam kali ini menghadirkan KH Husein Rifa’i, seorang pengasuh pondok pesantren Jabal Noer – Galuran Sepanjang Sidoarjo sebagai penceramah. Dalam ceramahnya, Husein Rifa’i mengajak untuk selalu meminta pertolongan Allah SWT dalam setiap hal apapun. Selalu ucapkan syukur Alhamdulilah kepada Allah karena ucapan syukur merupakan ucapan penghuni surga.  

Kiai Husein juga mengajak jamaah, untuk kembali mengingat sejarah, sebagai masyarakat jangan sampai melupakan sejarah. Dalam alquran disebutkan berbagai sejarah kaum – kaum terdahulu yang harus kita pelajari agar dapat mengambil pelajaran yang ada dan tidak melakukan kesalahan – kesalahan yang telah dilakukan kaum terdahulu. “Dengan mempelajarinya dapat menjadikan kita sebagai manusia yang bersyukur dan dapat menambah ketebalan iman kita. Hal itu menunjukkan pentingnya arti sejarah,” ujarnya.

Malam itu, Baznas Kota Probolinggo memberikan bantuan dalam bentuk  Program Probolinggo Peduli Yatim kepada 350 anak yatim piatu. Tiap anak mendapat santunan sebesar Rp 150 ribu. (mita/humas)

 

Regional Secretary: Do not Provoked Easily

The Government of Probolinggo City held a pengajian (religious meeting) commemorating the 1440 Hijiriyah / 2018 AD Islamic New Year with the theme ” Dengan peringatan 1 Muharram 1440 Hijriah, momentum merajut tali silaturahmi dan persaudaraan kita/the commemoration of 1 Muharram 1440 Hijriah, to create a friendship and brotherhood”, on Wednesday (12/9) at the yard of Mayor’s Office.

The Head of the People’s Welfare department (Kesra) Choirul Anam said, this pengajian was to improve the quality of faith and piety to Allah SWT, to strengthen Islamic brotherhood, to befriend between ulama, umaro (governmental head) and the community and to spread Islam teaching. “As a milestone for the implementation of Islamic values in daily life,” said Choi, that what he called.

Probolinggo City Secretary Bambang Agus Suwignyo said, the community should not waste time and fill it with good things along with the coming of the Islamic new years as self reflection.

Bambang also reminded the importance of maintaining ukhuwah (brotherhood) and the harmony of community. “Don’t be easily provoked that can divide unity. Happy new year 1 Muharram 1440 Hijriyah, hopefully it is better than last year,” he said.

This time, KH Husein Rifa’i, director of the Jabal Noer Islamic Boarding School – Galuran Sepanjang Sidoarjo is as a speaker. In his lecture, Hussein Rifa’i invited to always ask for the help of Allah SWT in everything, and always thanks to God because it is the expression of the heaven inhabitants.

Kiai Husein also invited to remember the history. Qur’an stated that we should learn from history and should not make the same mistake from the past. “By learning it, will make us a grateful human beings and increase our faith. That shows the importance of history,” he said.

That night, Baznas Probolinggo City provided financial assistance to 350 orphans in Probolinggo Peduli Yatim Program. Each child received Rp. 150.000,- for the assistance. (unofficial translation/hariyanti)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.