Pekerja Sosial Masyarakat Ikuti Bimtek SLRT

image_pdfimage_print

KANIGARAN – Sistem Layanan dan Rujukan Terpadu (SLRT) merupakan sistem yang membantu mengidentifikasi kebutuhan masyarakat miskin dan rentan miskin, kemudian menghubungkan mereka dengan program dan layanan yang dikelola oleh pemerintah (Pusat, Provinsi dan Kabupaten/Kota) dan non-pemerintah sesuai dengan kebutuhan mereka. 

SLRT merupakan program yang digagas oleh Kementerian Sosial dan telah dijalankan mulai tahun 2016 dengan pelaksanaan awal di 50 kabupaten/kota di seluruh Indonesia dengan target menjadi 150 kabupaten/kota pada tahun 2019. Pada tahun 2018 ini, Kota Probolinggo menjadi salah satu dari 60 kabupaten/kota yang terpilih untuk melaksanakan program SLRT ini.

Maka, pada Kamis (13/9), bertempat di Puri Manggala Bhakti Kantor Wali Kota Probolinggo, Dinas Sosial (Dinsos) setempat mengadakan bimbingan teknis SLRT bagi para Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) di setiap kelurahan. “Dalam satu kelurahan, bisa terdapat satu atau dua PSM, tergantung jumlah penduduk yang ada di kelurahan tersebut,” kata Noor Aly, Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial. PSM mendapatkan surat tugas yang ditandatangani oleh kepala Dinsos. 

Noor Aly menjelaskan, PSM bertugas untuk membantu mengintegrasikan berbagai layanan sosial yang dilakukan pemerintah pusat maupun daerah dan mengidentifikasi keluhan, rujukan dan penanganan keluhan. “PSM ini diambil dari penduduk setempat, jadi mereka lebih mengenal lingkungan mereka, ada yang dari karang taruna, kader PKK maupun tim tagana,” katanya.

Wali Kota Probolinggo Rukmini mengatakan bahwa penduduk miskin di Kota Probolinggo telah mengalami penurunan, dari sejumlah 18.370 orang menjadi 18.230 orang, mengalami penurunan sebesar 0,13 persen. “Tetapi masih banyak yang tidak menerima layanan sosial karena kurangnya keterpaduan dan penjangkauannya di masyarakat tidak optimal,” katanya. 

Ia berharap dengan SLRT ini dapat memutakhirkan dan memvalidasi hasil BDT (Basis Data Terpadu) secara terus menerus dan digunakan untuk data dasar untuk pemenuhan layanan sosial,” kata Rukmini. Wali kota berharap kepada para PSM dapat mengaplikasikan pengetahuan yang didapat dari bimtek  sehingga dapat memahami dan melaksanakan tugas dengan baik. (hariyantiagustina/humas)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.