Program Kampung Benteng Terbaik Kedua di Jawa Timur

image_pdfimage_print

WONOASIH – Pencanangan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) serta Hari Kesatuan Gerak PKK Ke-46 yang digelar di lapangan Wonoasih, Kamis (13/9) menjadi puncak digelarnya BBGRM Ke-XV tahun ini. 

Berbeda dengan tahun lalu, Pencanangan BBGRM tahun ini mengalami kemunduran jadwal mengingat Kota Probolinggo menjadi salah satu daerah yang menggelar pilkada serentak. Hal ini sesuai dengan petunjuk Gubernur Jatim dan Wali Kota Probolinggo untuk mengundur jadwal pelaksanaan Pencanangan BBGRM Ke-XV. 

Meskipun pencanangan BBGRM baru saja digelar, kegiatan lomba pelaksana gotong royong tetap berlangsung pada bulan Mei lalu. Dari hasil perlombaan tersebut LPM Kelurahan Mayangan berhasil meraih Juara I pelaksana gotong royong terbaik tingkat Kota Probolinggo. Program pelatihan bahasa Inggris yang diterapkan di Kampung Benteng menjadi program yang diunggulkan dalam BBGRM tahun ini. 

Keunggulan LPM Mayangan ini adalah partisipasi masyarakat dalam membangun Kampung Benteng. Mereka memberdayakan Kampung Benteng yang semula kumuh menjadi bersih. Selain itu, kampung benteng kini juga menjadi pusat belajar bahasa Inggris.

Atas prestasi tersebut, LPM Kelurahan Mayangan berhak mewakili Kota Probolinggo mengikuti ajang serupa di tingkat provinsi. Di Jawa Timur, LPM Kelurahan Mayangan berhasil menorehkan prestasi sebagai pelaksana gotong royong terbaik kedua se-Jawa Timur.

“Pemberdayaan kepada masyarakat Kampung Benteng termasuk anak-anak dan ibu-ibu agar mereka bisa berbahasa Inggris. Ini sebagai antisipasi ketika wisatawan asing terutama yang dari kapal pesiar berkunjung ke Kampung Benteng,” ujar Kasubbag Pemerintah Kecamatan pada Bagian Pemerintahan, Bagus Prasetyo.

Wali Kota Rukmini menyatakan bahwa BBGRM merupakan upaya untuk melestarikan warisan nenek moyang kita yang telah membentuk nilai-nilai kebersamaan, saling tolong menolong, dan saling membantu. Menurutnya, partisipasi masyarakat dalam BBGRM dapat dilihat dari kegiatan masyarakat yang sederhana seperti poskamling. 

“Selain itu kita juga bisa lihat perkembangan Sumber Mata Air Sentong. Disana sudah ada gazebo yang didirikan masyarakat sekitar. Harapannya ke depan, sumber mata air ini bisa menjadi destinasi wisata. Partisipasi seperti ini lah yang bisa menjadi penilaian dalam BBGRM,” ujar Rukmini. 

Dalam kesempatan tersebut, Rukmini berharap agar masyarakat sekitar dapat memanfaatkan Sumber Mata Air Sentong sebaik mungkin sehingga sumber mata air ini bisa berkembang dan masyarakat pun dapat merasakan manfaatnya. (alfien/humas)

 

Kampung Benteng to be Second Best at East Java Province

Launching of Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) and the 46th Hari Kesatuan Gerak PKK in Lapangan Wonoasih on Thursday (13/9) was the culmination of this year’s BBGRM XV commemoration.

Unlike last year, the launching of BBGRM was late due to the fact that there is regional election in Probolinggo city. This is in accordance with the instructions of the East Java Governor and Mayor of Probolinggo to postpone the schedule for BBGRM XV Declaration.

Although the launching of BBGRM has just been postponed, the activities of the mutual cooperation program have run since May. And the result is the LPM (community Empowerment Institute) of Mayangan Sub-District won the first place in best cooperation program. The English training program implemented in Kampung Benteng is a seeded program in this year.

The advantage of Mayangan’s LPM is all community to participate in building Kampung Benteng. They cleaned Kampung Benteng, which was originally slum area. Now, they use it as the center of learning English.

For this achievement, the LPM of Mayangan Village will be the representative of Probolinggo City at the provincial level at the same competition, and they succeeded as the second best mutual cooperation in East Java.

“Empowerment of the Kampung Benteng community includes children and women so that they can speak English. This is in anticipation when foreigners, especially those from cruise ships, visit Kampung Benteng, “said Head of governmental sub-District section of Governmental Department, Bagus Prasetyo.

Mayor Rukmini stated that BBGRM is an effort to preserve the heritage of our ancestors forming values of togetherness and help each other. According to her, community participation in BBGRM can be seen from simple activity such as poskamling (community patrols).

“In addition, we can also see the development of the Sumber Mata Air Sentong (Sentong Spring). There was already a gazebo built by the surrounding community. I hope, this spring can be a tourist destination. This kind of participation can be an evaluation in BBGRM, “said Rukmini.

On this occasion, Rukmini hoped that the surrounding community could use the Sentong Springs well, so that this springs could be developed and the community could feel the benefits. (unofficial translation/hariyanti)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.