Pastikan Rekrutmen CPNS Mengedepankan Transparansi

image_pdfimage_print

KANIGARAN – Wali Kota Probolinggo Rukmini menyampaikan jawaban eksekutif atas pemandangan umum fraksi tentang raperda Perubahan APBD Tahun Anggaran 2018, Jumat (13/9). Salah satu poin yang mendapat sorotan fraksi di DPRD adalah rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Pemerintah Kota Probolinggo. 

Menurut wali kota, mengenai kebutuhan administrasi yang akan segera dipersiapkan yakni menyusun kebutuhan atau formasi khusus untuk putra putri atau lulusan terbaik berpredikat dengan pujian (cumlaude), penyandang disabilitas dan eks tenaga honorer kategori II.

Pemerintah Kota Probolinggo juga akan segera mengunggah formasi beserta persyaratan CPNS ke Portal BKN : SCCN.BKN.go.id untuk diakses oleh masyarakat. Kemudian menyusun panitia seleksi daerah serta melakukan koordinasi dengan Pemkab Jember yang telah ditetapkan sebagai penyelenggara seleksi berbasis CAT (Computer Assistes Test) oleh Kantor Regional II BKN.

“Saya memastikan rekrutmen CPNS ini pelaksanaannya akan mengedepankan transparansi dan akuntabel, “ katanya. Dimana pelaksanaannya dilakukan oleh PANSENAS yang didukung oleh Kementerian PAN RB dan BKN yang diawasi KPK. Formasi CPNS untuk Kota Probolinggo sebanyak 124 formasi terdiri dari honorer K2 sebanyak 12 formasi; tenaga pendidikan 50 formasi; tenaga kesehatan 35 formasi dan tenaga teknis sebanyak 27 formasi.

Atas berbagai tanggapan, imbauan, saran dan permintaan penjelasan tersebut Rukmini menyampaikan terima kasih dan penghargaan setulus-tulusnya kepada semua fraksi-fraksi. “Dengan begitu, Pemerintah Kota Probolinggo mendapat dorongan dan semangat dalam menjalankan tugas-tugas pemerintahan, pelaksanaan pembangunan dan pembinaan kemasyarakatan,” tuturnya.

Rapat paripurna pagi itu dihadiri Ketua DPRD Agus Rudiyanto Ghafur, dan anggota dewan lainnya serta pejabat eksekutif. Rapat dipimpin Wakil Ketua DPRD Muchlas Kurniawan. Fraksi di DPRD antara lain Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Fraksi Partai Persatuan Pembangunan, Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa, Fraksi Gerindra-Demokrat, Fraksi Nasdem serta Fraksi Partai Golongan Karya. Sejatinya, beberapa saran dan pertanyaan fraksi-fraksi tersebut seputar pembangunan daerah yang terdiri dari berbagai aspek. (malinda/humas)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.