Kementerian PUPR Serahkan Mesin Pencacah Plastik

image_pdfimage_print

MAYANGAN– Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Penerapan Teknologi Jalan dan Jembatan secara simbolis menyerahkan satu unit mesin pencacah kantong plastik kepada Wali Kota Probolinggo. Mesin tersebut nantinya digunakan Badan Lingkungan Hidup untuk pengelolaan sampah plastik di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). Kegiatan tersebut berlangsung di Aula TPA Bestari Kota Probolinggo, Jumat (14/9).

Kepala Balai Litbang Penerapan Teknologi Jalan dan Jembatan Kementerian PUPR, Satrio Sang Raksono menjelaskan sampah plastik merupakan permasalahan lingkungan hidup yang di hadapi oleh masyarakat Indonesia dan Dunia. Sampah plastik tidak hanya menjadi masalah di perkotaan, namun juga di lautan. Karena, sampah plastik tidak mudah untuk dihancurkan membutuhkan waktu bertahun-tahun dan akan menimbulkan permasalahan untuk penanganannya. 

Kota Probolinggo adalah salah satu Kota wilayah KSPN (Kawasan Strategis Pariwisata Nasional). Mesin pencacah ini digunakan untuk memproduksi cacahan sampah plastik kresek sebagai bahan campuran aspal dalam rangka pengelolaan lingkungan di kawasan pariwisata Gunung Bromo. “Mesin ini merupakan bentuk kesungguhan Kementerian PUPR untuk mengurangi jumlah limbah plastik, khususnya kantong plastik kresek melalui penerapan Teknologi Aspal Plastik,”ujarnya.

Mesin didistribusi oleh PT Barata Indonesia dan bekerjasama dengan Universitas Gajah Mada (UGM). Mesin buatan mahasiswa UGM  tersebut digunakan untuk mengolah sampah plastik menjadi bahan campuran aspal untuk pembangunan ruas jalan. Mesin ini dioperasikan dan berkapasitas 15 sampai 20 Kg kantong plastik per jam. Plastik yang digunakan harus kering dan bebas dari bahan logam atau batu. Setelah pemakaian mesin pencacah selama satu jam harus dimatikan atau diistirahatkan selama 15 menit, baru bisa digunakan kembali.

Sementara itu, Wali Kota Probolinggo, Rukmini mengucapkan terima kasih atas bantuan mesin pencacah plastik yang akan dimanfaatkan untuk mengelola limbah plastik kresek menjadi bahan campuran aspal untuk pembangunan jalan di Kota Probolinggo.

Saat ini penanganan sampah di Kota Probolinggo masih memprihatinkan. Masyarakat Kota Probolinggo masih belum sadar betul tentang kebersihan lingkungan, masih ada saja yang membuang sampah di sungai. Dengan adanya mesin ini perlu disosialisasikan kepada masyarakat untuk sampah plastik harus dikumpulkan di Bank Sampah. “Saya berharap  dengan mesin pencacah plastik ini diharapkan bisa bermanfaat untuk mengurangi limbah plastik yang ada di Kota Probolinggo. ,”ujarnya.(Noviati/humas)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.