Wali Kota Minta Rukem Tidak Informasikan Status HIV Jenazah

image_pdfimage_print

KANIGARAN– Menindaklanjuti Sosialisasi tata cara pemandian jenazah berpenyakit menular, Pemerintah Kota Probolinggo mensosialisasikan HIV/AIDS bagi anggota rukun kematian (Rukem) dan penyuluh agama di Kota Probolinggo. Kegiatan yang berlangsung di Puri Manggala Bhakti (26/9) tersebut, diikuti 125 peserta. dr. Ike Yuliana, konsultan HIV/AIDS Kota Probolinggo menjadi nara sumber.

Wali Kota Rukmini, meminta Rukem dan Penyuluh Agama membantu pemerintah. “Saya harap Rukem dan Penyuluh Agama bisa membantu Pemerintah Kota Probolinggo untuk memberantas penyakit masyarakat ini. Kita harus terus informasikan kepada masyarakat tentang apa itu HIV/AIDS, bagaimana menghindarinya. Kita tidak hanya harus paham apa itu AIDS, tapi kita juga harus tahu siapa saja yang mungkin tertular HIV. Kalau hanya bersentuhan kan tidak menular, ini yang harus diinformasikan ke masyarakat, agar tidak ada diskriminasi bagi penderita,” pinta Rukmini.     

“Saya minta bapak dan ibu tidak menyebarkan informasi tentang jenazah yang berstatus pengidap HIV/AIDS. Yang penting kita tahu bagaimana kita memperlakukan jenazah tersebut. Jangan sampai pihak keluarga menjadi malu, yang nantinya menjadi terkucil,” tambah Rukmini.

dr. Ike, memaparkan setidaknya ditemukan 236 kasus HIV/AIDS di Kota Probolinggo dalam kurun waktu 2012-2016. “Dalam kurun waktu ini, ditemukan kasus HIV/AIDS di puskesmas Sukabumi 29 kasus, puskesmas Jati 21 kasus, puskesmas Kanigaran 50 kasus, puskesmas Kedopok 43 kasus, puskesmas wonoasih 48 kasus, puskesmas ketapang 32 kasus, dan lainnya 13 kasus. Untuk itu, dibutuhkan pengendalian HIV/AIDS untuk menurunkan jumlah kasus baru HIV serendah mungkin. Selain itu, juga untuk menurunkan tingkat diskriminasi dan kematian serendah mungkin,” papar dokter Puskesman Kanigaran itu. 

Chairul Anam, Kepala bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Probolinggo, menjelaskan, tujuan dari sosailisasi tersebut untuk memberikan informasi kepada anggota rukun kematian tentang penyebaran, pencegahan, dan penanggulangan HIV/AIDS. Bagi penyuluh agama, sebagai tambahan informasi kepada masyarakat tentang penyebaran, pencegahan, dan penanggulangan HIV/AIDS. Peserta rapat terdiri dari anggota Rukem sebanyak 77 orang, dan Penyuluh Agama dari Kemenag sebanyak 48 orang.(abdurhamzah/humas) 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.