Tiap Anak Terima 10 Paket Olahan Ikan 

image_pdfimage_print

KEDOPOK – Kota Probolinggo merupakan salah satu dari sekian banyak kota/kabupaten di Jawa Timur yang menjadi daerah penghasil ikan. Karena, kota ini terletak di kawasan pesisir. Sayangnya, kondisi ini tidak dibarengi dengan tingginya angka konsumsi ikan di masyarakat. Untuk itu, Dinas Perikanan setempat terus menggenjot angka konsumsi ikan dengan berbagai kegiatan.

Gerakan Makan Ikan Sumber Protein Hewani (Gema Insani) misalnya. Kegiatan ini fokus meningkatkan konsumsi ikan untuk anak Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Medio September hingga Oktober, Gema Insani sudah digelar di tiga TK, yaitu TK Mustika Bunda dan TK Mega Ceria (26/9) dan TK Bayuangga 1 (1/10). 

Sebanyak 123 anak di TK Bayuangga 1 mendapat tas berdesain ikan yang berisi 10 paket olahan ikan. Seperti krupuk ikan, nugget ikan, pempek ikan, rengginang dan olahan lainnya. Anak-anak ini diberi berbagai jenis olahan ikan untuk meningkatkan konsumsi makan ikan. 

“Dari tahun ke tahun seharusnya ada peningkatan konsumsi makan ikan. Kota Probolinggo masih jauh dari rata-rata nasional yang mencapai 43,15 kg perkapita. Tapi, insyaallah Kota Probolinggo sudah melebihi rata-rata di Jawa Timur. Disini konsumsi ikannya 33,70 kg perkapita,” jelas Kepala Dinas Perikanan, Sudiman. 

Menurut Kasi Pengembangan Mutu dan Promosi Dinas Perikanan, Hoirul Arifin cara menghitung konsumsi ikan di Kota Probolinggo adalah jumlah budidaya dikurangi ikan yang dikonsumsi oleh masyarakat, kemudian dikurangi ikan yang tercecer lalu dibagi jumlah penduduk. 

Di tahun 2016, konsumsi ikan sebesar 33,15 kg perkapita, sedangkan tahun 2017 meningkat menjadi 33,50 kg perkapita. Kenaikan ini sesuai dengan target Dinas Perikanan setempat. “Setiap tahun target kami konsumsi ikan di Kota Probolinggo naik 2 persen. Jadi sejak 2016 sampai 2017 itu sudah sesuai dengan target,” ujar Hoirul. 

Selain Gema Insani, Dinas Perikanan punya kegiatan yang dapat mendongkrak konsumsi ikan. Antara lain pelatihan untuk keanekaragaman produk, cipta menu untuk ibu rumah tangga agar bisa membuat olahan ikan yang lebih variatif, optimalisasi pengelolaan produk untuk UKM supaya kualitas produk meningkat, intensifikasi dan pengawasan pengendalian mutu. 

Sementara itu, Wali Kota Probolinggo Rukmini yang datang ke TK Bayuangga 1 di Kelurahan Sumberwetan, Kecamatan Kedopok ini melakukan sosialisasi dan menyerahkan bantuan secara simbolis untuk anak-anak. 

Kepada para orangtua, Rukmini mengimbau selalu menyajikan menu ikan kepada keluarganya. “Ayo makan ikan, karena ikan banyak gizinya dan menyehatkan anak,” katanya. Tahun ini Dinas Perikanan menargetkan 670 anak dalam Gema Insani di tahun 2018. Hingga saat ini sudah 274 anak yang mendapatkan paketan olahan ikan, sisanya bakal diserahkan pada November mendatang. (famydecta/humas)

 

KEDOPOK – Probolinggo city is one of many cities / regencies in East Java that are producing fish, since the city is located in the coastal area. Unfortunately, this condition is not accompanied by high rates of fish consumption in the community. For this reason, the local Fisheries Officecontinues to boost fish consumption with various activities.

A movement to Eat Fish as Animal Protein Source (Gema Insani) is one of them. This activity focuses on increasing fish consumption for children of Early Childhood Education (PAUD). Between September to October, Gema Insani was held in three kindergartens, including TK Mustika Bunda and TK Mega Ceria (26/9) and TK Bayuangga 1 (1/10).

As many as 123 children at TK Bayuangga 1 received a fish-design bag containing 10 packets of processed fish. Like fish crackers, fish nuggets, fish pempek, rengginang and other fish-processing food. These children are given various types of processed fish to increase consumption of fish.

“From year to year there should be an increase in consumption of fish. Probolinggo city is still far from the national average of 43.15 kg per capita. But, God willing, the city has exceeded the average in East Java. In the city, the consumption of fish is 33.70 kg per capita,” explained the Head of Fisheries Agency, Sudiman.

According to the Head of the Quality and Promotion Development section of Fisheries OfficeOffice, Hoirul Arifin, how to calculate fish consumption in Probolinggo city is the amount of cultivation minus the fish consumed by the community, then reduced fish scattered and then divided by the population.

In 2016, fish consumption was 33.15 kg per capita, while in 2017 it increased to 33.50 kg per capita. This increase is in accordance with the target of the local Fisheries Office. “Every year our target for fish consumption in Probolinggo City is 2 percent. So from 2016 to 2017 it is in line with the target,” Hoirul said.

In addition to Gema Insani, the Fisheries Office has activities that can boost fish consumption. Among others, training for product diversity, copyright menu for housewives to be able to make more varied fish processing, optimizing product management for SMEs so that product quality increases, intensification and supervision of quality control.

Meanwhile, Mayor of Probolinggo Rukmini who came to TK Bayuangga 1 in Sumberwetan Subdistrict, Kedopok district, held  a dissemination and handed over the fish package symbolically to children.

To the parents, Rukmini appealed to always present a menu of fish to their family. “Let’s eat fish, because fish contains a lot of nutritious and makes children healthy,” she said. This year, the Fisheries Office is targeting 670 children in Gema Insani in 2018. Up to now, 274 children have received fish-processing packages; the rest will be handed over in November.

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.