Wali Kota Gelar Audiensi dengan PCNU

image_pdfimage_print

KANIGARAN – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Probolinggo bertemu Wali Kota Rukmini, Jumat (5/10) lalu di Sabha Bina Praja, Kantor Wali Kota Probolinggo. Acara tersebut dihadiri Staf Ahli Bidang Pemerintahan dan Politik Paeni dan Asisten Pemerintahan Gogol Sudjarwo serta para pengurus PCNU Kota Probolinggo.

Dalam audiensi tersebut membahas tentang persiapan peringatan hari Santri Nasional 2018 setoap tanggal 21 Oktober, serta pelaksanaan upacaranya pada 22 Oktober 2018 serta perkenalan Ketua PCNU Kota Probolinggo yang baru, Samsur.

 Samsur mengatakan, audiensi ini dilakukan sebagai bentuk sinergitas antara PCNU dengan Pemerintah Kota Probolinggo, sehingga pelaksanaan kegiatan-kegiatan dari PCNU dan pemerintah dapat terkoordinasi dengan baik. Salah satunya yaitu pelaksanaan peringatan hari Santri Nasional yang jatuh tanggal 21 Oktober 2018 bisa berjalan dengan baik.

Samsur juga menyampaikan, PCNU Kota Probolinggo memeriahkan peringatan hari Santri Nasional tahun ini, dengan mengadakan kegiatan seperti ziarah ke makam ulama, mengadakan lomba baca kitab kuning, lomba pidato, lomba voly sarung dan lomba hadrah al banjari yang mulai dilaksanakan tanggal 13 Oktober 2018.

“Untuk kegiatan utama dalam memperingati Hari Santri Nasional ini, adalah kirab santri serta tasyakuran yang akan dilaksanakan pada tanggal 21 Oktober. Dan tanggal 22 Oktober akan dilaksanakan upacara. Saya harap Wali Kota Probolinggo bisa hadir dan membuka kegiatan yang kami laksanakan ini,” ucap Samsur.

Wali Kota Probolinggo, Rukmini sangat mendukung kegiatan Hari Santri Nasional di Kota Probolinggo. Karena hari santri sudah menjadi hari nasional, maka semua santri dan seluruh warga Kota Probolinggo akan mengadakan peringatan hari santri.

Rukmini juga menjelaskan, untuk upacara memperingati Hari Santri Nasional akan dijadikan satu dengan upacara hari Jadi Provinsi Jawa Timur (Jatim) dan peringatan Sumpah Pemuda yang dilaksanakan tanggal 22 Oktober mendatang. 

”Pemerintah Kota Probolinggo setiap bulan hanya mengadakan satu kali upacara, jadi upacara Hari Santri Nasional akan dijadikan satu dengan HARI JADI Provinsi Jatim dan Hari Sumpah Pemuda yang sama-sama bertepatan di bulan Oktober,” jelas Rukmini. (soni/humas)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.