Wali Kota Terima Penghargaan dari Pak Dhe Karwo

image_pdfimage_print

SURABAYA – Gubernur Jawa Timur, Soekarwo memberikan penghargaan kepada Pemerintah Kota Probolinggo. Penghargaan yang diterima Wali Kota Rukmini saat melakukan upacara hari ulang tahun ke-73 Provinsi Jawa Timur di Gedung Grahadi, Jum’at (12/10). Penghargaan ini merupakan penghargaan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Kota Probolinggo menjadi sebagai penyusun. (DIKPLHD) Kabupaten / Kota di Provinsi Jawa Timur Tahun 2017.

Sebelum menyerahkan penghargaan, Pak Dhe Karwo, sapaan akrab Soekarwo mengucapkan duka cita atas musibah yang menimpa Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Tengah, dan kemarin di Jawa Timur seperti Sumenep, Situbondo. Gempa ini juga terasa di 22 kabupaten / kota. “Kami ikut memanjatkan doa, semoga para korban mendapat tempat yang terbaik. Untuk keluarga yang ditinggalkan agar diteguhkan iman dan ditabakan dalam menghadapi musibah ini, ”ujar Pak Dhe.

“Pada era kepemimpinan saya dan Gus Ipul, membangun distribusi pada pertumbuhan ekonomi inklusi. Menyusun yang berorientasi pada pemerolehan ekonomi secara positif yang mampu mengurangi jumlah penduduk miskin, mengurangi tingkat keterbukaan dan meningkatkan indeks pembangunan manusia, ”lanjut Soekarwo. 

“Arah pembangunan itu merupakan amanah konstitusi, yang secara subtansi merupakan pesan negara yaitu mewujudkan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Kita fokus pada arah yang berbeda pada arah pembangunan inklusi, ”ujarnya.

Disamping itu Gubernur juga berharap, semoga. Hari Jadi ke – 73 Provinsi Jawa Timur menjadi momentum berkembangnya ekonomi digital di Jawa Timur. Kedepan Jawa Timur mampu bersaing dan mandiri dalam membangun global yang sangat dinamis.

Soekarwo mengigatkan, persaingan bukan antar provinsi lagi, tapi dari negara lain. Di tengah-tengah membangun ekonomi dan kualitas Sumber daya manusia, faktor yang tidak dapat dihilangkan adalah faktor non ekonomi, yaitu rasa aman dan nyaman. Rasa nyaman dan aman untuk semua pelaku ekonomi di Jawa Timur. 

“Marilah kita semua pimpinan di Jawa Timur bersama forum para ketua daerah, para bupati / wali kota, para tokoh agama dan seluruh pemangku kepentingan Jawa Timur, mari bergandengan tangan membangun Jawa Timur,” tutupnya. (Mita / Humas).

 

SURABAYA – The Governor of East Java, Soekarwo gave an award to Probolinggo Municipality. The award was received by Mayor Rukmini while attending the 73rd anniversary ceremony of East Java Province in Grahadi Building, Friday (12/10). This award is an appreciation from the East Java Provincial Government. The city was chosen as the best compiler of information documents on the performance of regency / city regional environmental management (DIKPLHD) in East Java Province in 2017.

Before handing over the award, the governor, Pak Dhe Karwo, the nickname of Soekarwo expressed his condolences over the disaster that had befallen West Nusa Tenggara, Central Sulawesi, and yesterday in East Java such as Sumenep and Situbondo. This earthquake was also felt in 22 regencies / cities. “We join in praying, hopefully the victims will get the best place. For families who are left behind to be strengthened by faith to face this disaster,” said Pak Dhe.

“In the era of my leadership and Gus Ipul, development was directed towards economic inclusion growth. Growth that is oriented towards positive economic equality that is able to reduce the number of poor people, lowers the level of open unemployment and is able to increase the index of human development,” continued Soekarwo.

“The direction of development is a constitutional mandate, which in substance is the message of the state, including the realization of public welfare and the intellectual life of the nation. We focus on the important direction in the direction of inclusive development,” he said. 

Besides that the Governor also hopes that hopefully the 73rd anniversary of East Java Province will become a momentum for the rise of digital economic development in East Java. In the future, East Java is able to compete and be independent in developing the economy in the midst of very dynamic global conditions.

Soekarwo reminded, competition is not between provinces anymore, but from other countries. In the midst of developing the economy and the quality of human resources, important factors that should not be eliminated are non-economic factors, namely a sense of security and comfort. This sense of comfort and security is needed for every economic actor in East Java.

“Let us all leaders in East Java together with the coordination forum of regional leaders, regents / mayors, religious leaders and all East Java stakeholders, let’s join together to build East Java,” he concluded.

Leave a Reply

Your email address will not be published.